Kemenangan ini menjadi pernyataan tegas Inter setelah sempat kehilangan poin dalam beberapa laga sebelum jeda internasional. Hasil positif ini sekaligus mengokohkan posisi mereka di puncak klasemen dalam perburuan gelar juara musim 2025/26. Chivu Puji Performa Tim Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, mengungkapkan kepuasannya usai laga. Ia secara khusus menyoroti reaksi timnya di babak kedua yang dianggap mencerminkan karakter dan kedewasaan skuad-nya.
“Kami menunjukkan semangat yang tepat, mencoba mendominasi dan mengunci kemenangan,” ujar Chivu kepada DAZN Italia.
Chivu mengakui bahwa di beberapa pertandingan terakhir, timnya cenderung berusaha mempertahankan keunggulan alih-alih terus menekan. Ia menegaskan, pendekatan seperti itu tidak seharusnya terjadi. Malam ini, Inter kembali ke identitas terbaiknya.
Baca Juga :
Hasil Inter vs Roma: Pesta Gol 5-2! Lautaro Martinez Bersinar, Nerazzurri Makin Kokoh di Puncak"Itulah yang kami minta usai jeda internasional. Kami ingin memiliki pendekatan yang tepat sejak awal pertandingan, menyelesaikan pertandingan, dan mencetak lebih banyak gol,” lanjutnya.
Pelatih 45 tahun itu juga mengungkapkan kebahagiaannya melihat Martinez kembali fit dan langsung produktif, Thuram mencetak gol sekaligus memberi assist, serta Barella yang tampil luar biasa.
"Saya sangat senang melihat Lautaro kembali, Thuram mencetak gol dan assist, Barella mencetak gol, Dumfries bermain sangat baik, dan juga mereka yang tidak bermain malam ini," puji Chivu kepada para pemain-pemainnya. Chivu Akui Kualitas Roma Jalannya pertandingan tak selalu berpihak pada Inter sejak menit pertama. Roma tampil percaya diri di babak pertama dan sempat menekan pertahanan Nerazzurri. Hal ini juga diakui oleh Chivu, yang menjelaskan bahwa timnya sempat kesulitan menghadapi gaya bermain Roma yang dinamis.
"Tidak mudah menekan Roma tinggi-tinggi karena mereka banyak bergerak, mengosongkan lini tengah untuk menyerang lewat sayap dengan wing-back mereka," jelas Chivu.
Titik balik pertandingan terjadi ketika Calhanoglu melepaskan tembakan jarak jauhnya yang mengubah skor dan ritme permainan. Berkat hal itu Inter tampil lebih berani.
"Ketika Anda memberi pemain Roma ruang, mereka sangat pintar menemukan celah dan membangun serangan. Kami meningkatkan intensitas, melakukan lebih banyak sprint untuk merebut bola, dan itu menghasilkan babak kedua yang sangat bagus," tutupnya.
(Ahmad Raul)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ASM)





