PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) mencatatkan transformasi bisnis dan pemulihan finansial perseroan sepanjang kinerja keuangan periode 2025.
IDXChannel - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) mencatatkan transformasi bisnis dan pemulihan finansial perseroan sepanjang kinerja keuangan periode 2025. Hal ini sejalan dengan tercapainya kontrak baru senilai Rp17,46 triliun, yang mendongkrak total kontrak berjalan menjadi Rp50,52 triliun.
Dari akumulasi kontrak tersebut, WIKA merealisasikan penjualan sebesar Rp20,45 triliun, dengan rincian Rp13,33 triliun berasal dari proyek non-KSO dan Rp7,12 triliun dari proyek KSO. Pencapaian ini memberikan kontribusi laba kotor sebesar Rp1,13 triliun.
Corporate Secretary WIKA Ngatemin (Emin) menyampaikan, perusahaan berfokus penuh pada peningkatan performa operasional dan penguatan struktur modal.
“Peningkatan kinerja operasi serta perbaikan struktur permodalan yang dilakukan secara konsisten melalui delapan stream penyehatan menjadi fondasi penting untuk menjaga keunggulan dan keberlangsungan perseroan," ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (7/4/2026).
Sejalan dengan hal tersebut, Gross Profit Margin (GPM) perusahaan juga tumbuh positif, yakni naik dari 7,9 persen pada 2024 menjadi 8,5 persen di tahun 2025. Pertumbuhan margin ini utamanya didorong oleh sektor infrastruktur, gedung, serta lini bisnis Engineering, Procurement, Construction, and Commissioning (EPCC).
Selain itu, efektivitas operasional terlihat dari EBITDA operasi yang mencatatkan nilai positif sebesar Rp426,52 miliar, sebuah indikator bahwa kinerja operasional tetap solid di tengah fase restrukturisasi.
Di sektor pembiayaan, WIKA menunjukkan progres nyata dalam perbaikan struktur modal melalui penurunan utang usaha sebesar Rp1,79 triliun dan utang berbunga sebesar Rp2,08 triliun, masing-masing turun 29,5 persen dan 5,9 persen secara tahunan.
Emin mengklaim capaian ini sebagai bukti ketangguhan WIKA dalam menyeimbangkan arus kas dan manajemen proyek di tengah dinamika industri.
Lebih lanjut, melalui implementasi delapan langkah strategis penyehatan, perusahaan sukses menekan nilai piutang sebesar Rp1,89 triliun (turun 29,2 persen) menjadi Rp4,58 triliun. Selain itu, porsi pekerjaan dalam proses konstruksi juga berhasil dipangkas sebesar Rp1,15 triliun atau setara dengan 34,6 persen selama 2025.
Emin juga menjelaskan, langkah selanjutnya bagi perusahaan yakni akan terus berupaya melakukan restrukturisasi komprehensif untuk menurunkan beban keuangan atas penugasan yang dikerjakan dan divestasi atas aset yang belum dapat memberikan laba bagi perseroan.
"Keberhasilan agenda transformasi ini sangat bergantung pada dukungan kolaboratif dari berbagai pihak, mulai dari para pemegang saham, kreditur, mitra strategis, hingga seluruh pemangku kepentingan perusahaan," ujar Emin.
(Dhera Arizona)





