Amerika Serikat (AS) menyatakan keberhasilan mereka mengevakuasi dua kru jet tempur F-15E Strike Eagle, yang ditembak jatuh di Iran, pada Kamis (2/4). Jet tempur ini dalam misi penyerangan; bagian dari operasi Epic Fury yang telah berlangsung sebulan lebih.
Begitu ditembak, F-15 itu jatuh dan kedua kru nya: pilot dan perwira persenjataanya (WSO) lompat dan mendarat di Iran. Mereka berhasil diselamatkan pada Jumat (3/4) dan Minggu (5/4).
Operasi ini melibatkan CIA, ratusan pesawat, dan pasukan khusus dan disebut sebagai salah satu operasi militer paling hebat dalam beberapa dekade terakhir.
Atas keberhasilan operasi itu, Gedung Putih menggelar konferensi pers yang disiarkan lewat akun YouTube resminya.
Begini jalannya operasi itu:
Janji AS kepada Prajuritnya: Kita Selalu Temukan, dan Kita Akan Bawa PulangPada Kamis (2/4) Komando Militer AS di Timur Tengah (CENTCOM) menerima kabar bahwa pesawat F-15E ditembak jatuh. Pesawat itu punya callsign kode 'Dude 44', dan jatuh di wilayah Iran.
"Pilot dan perwira persenjataannya (WSO) lompat, dan mendarat dengan selamat di belakang garis musuh," kata Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Dan Caine, saat konferensi pers, Selasa (7/4).
Para pilot dan kru itu menyalakan pemancarnya. Pemancar ini berhasil dilacak Komando AS. Atas konfirmasi keselamatan ini, Presiden dan menyetujui operasi penyelamatan pertama pada Jumat (3/4).
"Maka, AU AS menggelar operasi SAR tempur yang didukung oleh A-10 Warthogs (jet tempur serang darat), HC-130 Combat King (pesawat SAR tempur) dan helikopeter HH60 Jolly Green. Mereka menembus garis musuh," kata Caine.
Mereka mendapat tembakan begitu masuk ke wilayah udara Iran. Sebab, operasi ini dilancarkan pada siang hari.
"Seperti yang anda lihat di media sosial, helikopter yang disertakan ini isi bensin dari pesawat Hercules, lalu ke area misi," kata Caine.
Pesawat A-10 Ditembak IranSaat terbang mendekati posisi pilot yang selamat, sebuah pesawat A-10 tertembak. Padahal, pesawat itu tengah menjalin komunikasi dengan pilot di darat.
Pesawat A-10, yang punya kode 'Sandy' menjalin komunikasi lebih lama, mengabarkannya kepada Helikopter. Karena pesawatnya rusak berat, jet itu pergi ke daerah aman.
"Pilot A-10 membuat keputusan, terbang ke wilayah kawan, lompat, dan bisa diselamatkan," terang Caine.
Caine juga menjelaskan, kode 'Sandy' adalah panggilan teknis kepada setiap pesawat tempur yang bertugas untuk melindungi misi SAR tempur. Hal ini sudah berlaku sejak Perang Vietnam, di mana AS menderita banyak kerugian. Ribuan pesawat mereka ditembak jatuh, dan pesawat 'Sandy' bertugas menyerang pasukan darat yang merintangi operasi.
Pilot F-15 Berhasil DiselamatkanPilot F-15, yang diberi kode Dude-44 Alfa, berhasil ditemukan dan diselamatkan. Ia dinaikkan Heli HH60.
"Pada saat evakuasi, heli ditembaki orang-orang Iran yang membawa senapan. Pesawat kena tembak di beberapa bagian, kru nya kena cidera ringan, tapi secara keseluruhan, aman," kata Caine.
Pilot itu akhirnya bisa diselamatkan pada Jumat siang.
Operasi Penyelamatan WSO: Sembunyi di Pegunungan, Trik CIA BermainSementara kru F-15 yang lain, WSO yang diberi kode Dude-44 Bravo masih belum ditemukan pada operasi hari Jumat itu. WSO ini baru berhasil menjalin komunikasi dengan Komando AS pada Sabtu (4/4).
"Setelah berhasil menjalin komunikasi, kami mempelajari bahwa dia dikejar musuh," ucap Caine.
Caine menjelaskan, Presiden Trump telah memberi perintah untuk membawa pulang seluruh awak pesawat dengan selamat. Maka operasi penyelamatan ini pun dimulai pada malam hari.
Kali ini, CIA menjelaskan perannya.
"WSO itu masih hidup, dan bersembunyi di tebing celah-celah sebuah pegunungan. Yang mungkin tak terlihat musuh, tapi kami bisa melihatnya," kata direktur CIA, John Ratcliffe.
CIA juga sadar, WSO itu diburu oleh tentara Iran dalam skala besar.
"Maka, kami melakukan operasi pengecohan untuk membingungkan musuh, yang susah payah mencari awak kami," kata Ratcliffe.
WSO ini memang mendarat jauh dari pilotnya. Tapi, ia membawa baterai alat komunikasi yang terisi penuh, sehingga ia bisa berkontak dengan tim penyelamat.
Untuk menghindari kejaran Iran yang masif, ia mendaki pegunungan.
"Ia terus naik, ke tebing-tebing tinggi. Ia sembunyi dengan baik dan begitu sulit ditemukan," kata Trump.
Ia juga memuji cara CIA.
"Seolah-olah, ada 7 lokasi berbeda. Mereka sepertinya kebingungan," kata Trump.
Namun pada saat operasi penyelamatan kedua ini, AS harus merelakan dua pesawat dihancurkan. Pesawat-pesawat yang digunakan untuk evakuasi ini mendarat di sebuah pertanian. Lalu, mereka butuh waktu lebih panjang untuk lepas landas. Sebab, mereka punya kelebihan berat untuk lepas landas.
"Pesawat ini terjebak, lalu dalam rencana cadangan, kita mengirim pesawat yang lebih ringan dan lebih cepat. Kami meledakkan pesawat yang tua ini. Kami tak ingin siapa pun bisa memeriksa pesawat kami jika kami tinggalkan di lokasi begitu saja," kata Trump.
Akhirnya, dengan pesawat yang baru datang itu, pilot kedua berhasil diselamatkan.
170 Pesawat DikerahkanOperasi militer ini berhasil diselesaikan AS dalam waktu 45 jam saja. Pada hari pertama misi SAR tempur, mereka mengerahkan 21 pesawat beragam tipe. Sementara pada misi kedua, mereka mengerahkan 155 pesawat.
Dari jumlah itu, sejumlah pesawat rusak dan hancur. Seperti sebuah A-10 Warthog dan 2 pesawat pengangkut yang diledakkan akibat terjebak dan gagal lepas landas.





