BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di 17 wilayah Jawa Tengah pada Selasa (7/4). Selain ancaman hujan lebat dan angin kencang, warga di pesisir utara (Pantura) juga diminta mewaspadai kenaikan tinggi muka air laut atau banjir rob.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Arif N, mengungkapkan bahwa cuaca ekstrem yang ditandai dengan hujan lebat disertai petir dan angin kencang berpotensi terjadi terutama di kawasan pegunungan dan dataran tinggi.
"Waspadai bencana hidrometeorologi, terutama bagi warga yang berada di kawasan lereng perbukitan dan Daerah Aliran Sungai (DAS) sebagai dampak dari cuaca ekstrem tersebut," ujar Arif, Selasa (7/4).
Baca juga : 23 Daerah di Jawa Tengah Berpotensi Cuaca Ekstrem Jumat 3 April
Daftar 17 Daerah Berpotensi Cuaca EkstremBerdasarkan data BMKG, berikut adalah wilayah di Jawa Tengah yang diprediksi mengalami cuaca ekstrem:
- Banyumas
- Purbalingga
- Banjarnegara
- Wonosobo
- Mungkid
- Boyolali
- Klaten
- Karanganyar
- Sragen
- Temanggung
- Kajen
- Slawi
- Magelang
- Salatiga
- Bumiayu
- Majenang
- Ambarawa
Sementara itu, daerah lain di Jawa Tengah tetap berpeluang diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.
Ancaman Banjir Rob di PanturaKondisi berbeda terjadi di wilayah perairan. Meski gelombang tinggi di perairan Jawa Tengah dilaporkan mulai mereda, ancaman banjir rob justru meningkat di pesisir utara. Ketinggian pasang air laut maksimum diprediksi mencapai 0,9 meter.
Baca juga : Waspadai Cuaca Ekstrem di 29 Daerah Berdampak Bencana Hidrometeorologi Selasa 10 Februari 2026
Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang, Sediyanto, menjelaskan bahwa kenaikan air laut pasang ini diperkirakan terjadi pada pukul 13.00 hingga 18.00 WIB.
Kenaikan air laut ini berpotensi mengganggu berbagai aktivitas masyarakat, di antaranya:
- Aktivitas transportasi di wilayah pesisir.
- Kegiatan bongkar muat barang di pelabuhan.
- Sektor budidaya perikanan darat.
- Produksi petani garam.
Secara umum, kondisi meteorologi di Jawa Tengah menunjukkan angin bertiup dari arah timur laut menuju tenggara dengan kecepatan 5-25 kilometer per jam. Suhu udara berada pada rentang 18-32 derajat Celcius dengan kelembapan udara mencapai 60-95 persen.
Masyarakat diimbau untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG guna mengantisipasi dampak bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir, dan angin puting beliung. (I-2)





