JAKARTA, KOMPAS.TV - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mencatat jumlah pendaftar pada rekrutmen Taruna-Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2026 mencapai 7.988 peserta.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir mengatakan, dari jumlah tersebut, sebanyak 5.432 di antaranya telah terverifikasi, sementara 2.556 lainnya masih proses verifikasi.
Ia menekankan, seluruh proses seleksi dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip BETAH atau Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis, serta tanpa adanya praktik titipan.
Baca Juga: Pendaftaran Taruna Akpol sampai 30 Maret 2026, Cek Syarat hingga Cara Verifikasi Offline
“Animo masyarakat terhadap rekrutmen Taruna Akpol cukup tinggi. Hingga saat ini tercatat 7.988 pendaftar, dengan 5.432 sudah terverifikasi dan sisanya masih dalam proses,” ujar Johnny dalam keterangan resminya pada Selasa (7/4/2026).
Johnny menambahkan, penguatan pengawasan publik menjadi bagian penting dalam menjaga integritas proses seleksi.
Oleh sebab itu, pihaknya menyediakan kanal pengaduan melalui hotline dan QR Code agar masyarakat lebih mudah melapor jika menemukan indikasi pelanggaran dalam rekrutmen.
“Kanal pengaduan terus kami sosialisasikan agar masyarakat dapat berperan aktif dalam mengawasi proses rekrutmen,” tuturnya.
Polri juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut menjaga proses seleksi tetap bersih dan transparan.
“Partisipasi masyarakat sangat penting untuk memastikan rekrutmen berjalan sesuai prinsip BETAH,” tuturnya.
Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- humas polri
- kepolisian republik indonesia
- polri
- akpol
- akademi kepolisian





