Rupiah Melemah Saat Defisit APBN Maret Capai Rp 240,1 Triliun atau 0,93 Persen PDB

viva.co.id
13 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi masih akan bergerak fluktuatif, namun ditutup melemah pada perdagangan hari ini.

Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor BI, kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berada di level Rp 17.037 pada Senin, 6 April 2026. Posisi rupiah itu melemah 22 poin dari kurs sebelumnya di level Rp 17.015 pada perdagangan Kamis, 2 April 2026.

Baca Juga :
Menkeu Purbaya Ungkap APBN Defisit Rp240,1 Triliun per Maret 2026
Harga BBM Subsidi Dijamin Tak Naik hingga Akhir 2026, Purbaya: Uang Kita Cukup!

Sementara perdagangan di pasar spot pada Selasa, 7 April 2026 hingga pukul 09.01 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 17.064 per dolar AS. Posisi itu melemah 29 poin atau 0,17 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 17.035 per dolar AS.

Pengamat ekonomi dan pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, pemerintah melalui Menteri Keuangan melaporkan defisit APBN sampai Maret 2026 mencapai Rp 240,1 triliun, atau 0,93 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Ilustrasi mata uang Rupiah.
Photo :
  • Pixabay/IqbalStock

Angka defisit ini lebih besar dibanding realisasi pada periode yang sama tahun lalu, yakni hanya Rp 99,8 triliun atau 0,41 Persen terhadap PDB. Padahal, pemerintah menargetkan batas atas defisit APBN 2026 mencapai 2,68 persen terhadap PDB.

Dari data Kementerian Keuangan, defisit anggaran berasal dari belanja total Rp 815 triliun atau tumbuh 31,4 persen (yoy) dari periode yang sama tahun lalu sekitar Rp 620,3 triliun. Sementara itu, penerimaan negara hanya terealisasi Rp 574,9 triliun, dengan mayoritas disumbang oleh pajak yakni Rp 462,7 triliun atau tumbuh 14,3 persen dibandingkan Maret 2025 yakni Rp 404,7 triliun. 

Sejalan dengan itu, pembiayaan anggaran negara sudah terealisasi Rp 257,4 triliun atau tumbuh 1,9 persen (yoy). Dengan kondisi tersebut, keseimbangan primer mengalami defisit Rp 95,8 triliun.

"Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp 17.030-Rp 17.080," ujarnya.

Sebagai informasi, investor fokus pada tenggat waktu Presiden AS, Donald Trump kepada Iran, untuk membuka kembali Selat Hormuz. Trump pada hari Minggu memperingatkan, Iran harus membuka kembali Selat Hormuz paling lambat hari Selasa, 7 April 2026 pukul 8 malam Waktu Bagian Timur, yang telah ditetapkan untuk lalu lintas kapal tanker agar dapat kembali beroperasi melalui jalur air strategis tersebut.

Trump meningkatkan tekanan selama akhir pekan melalui unggahan di Truth Social, dengan mengatakan, “Selasa akan menjadi Hari Pembangkit Listrik, dan Hari Jembatan, semuanya terbungkus dalam satu hari, di Iran. Tidak akan ada yang seperti itu!”. Dia menambahkan, Iran harus “Membuka Selat Sialan Itu” atau menghadapi konsekuensi berat.

Baca Juga :
Di Depan DPR, Purbaya Tepis Isu APBN Cuma Tersisa untuk 2 Minggu
Meski IHSG Maret Anjlok 14,42 Persen, OJK Sebut Jumlah Investor Naik 1,78 Juta Pemodal
Harga Emas Hari Ini 6 April 2026: Produk Antam Terjun Bebas Turun Rp 141 Ribu per Gram, Global Merosot

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Coba Hilangkan Jejak, Andre The Doctor Sempat Buang Ponsel di Tol Malaysia
• 2 jam lalukompas.com
thumb
Preview Real Madrid vs Bayern Munchen: Sejarah Milik Tuan Rumah, Tamu Tunjukkan Respek
• 14 jam laluharianfajar
thumb
Viral Banyak Motor Berlogo BGN, Ini Penjelasan Kepala BGN
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Israel Serang Petrokimia Iran Usai Ancaman Trump soal Buka Selat Hormuz
• 23 jam laludetik.com
thumb
Survei Indikator: Pemudik Puas Kebijakan One Way hingga Pelayanan Posko Polri
• 6 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.