Penulis: Fityan
TVRINews – Houston
Astronot Orion Pulihkan Kontak Setelah Melintasi Sisi Jauh Bulan
Misi eksplorasi antariksa Artemis II mencatatkan sejarah baru dalam perjalanan panjang manusia menuju bintang.
Setelah menempuh perjalanan berbahaya ke sisi terjauh Bulan, empat astronot di dalam pesawat ruang angkasa Orion berhasil memulihkan komunikasi dengan Bumi pada Selasa 7 April 2026 waktu setempat.
Terputusnya kontak selama kurang lebih 40 menit tersebut merupakan fase kritis yang memang telah diprediksi oleh NASA.
Keheningan berakhir saat suara astronot Christina Koch memecah kesunyian melalui frekuensi radio, sesaat setelah pesawat muncul dari balik bayang-bayang gravitasi Bulan.
Salah satu astronot di dalam misi Artemis II melihat Atariksa dari balik Jendela [Foto: NASA]"Sangat luar biasa bisa mendengar suara dari Bumi kembali," ujar Koch dalam transmisi emosional yang diterima oleh Pusat Kendali Misi di Houston.
Melampaui Rekor Legendaris Apollo 13
Dalam misi kali ini, kru Artemis II tidak melakukan pendaratan di permukaan bulan. Sebagai gantinya, mereka melakukan manuver looping mengelilingi sisi jauh Bulan untuk kemudian kembali ke orbit Bumi.
Momentum ini sekaligus memecahkan rekor jarak terjauh yang pernah ditempuh oleh manusia di ruang angkasa.
Kru Artemis II berhasil melampaui catatan rekor sebelumnya sejauh 400.171 kilometer (248.655 mil) yang ditetapkan oleh kru Apollo 13 pada tahun 1970 silam.
Menanggapi pencapaian tersebut, para kru menyampaikan pesan inspiratif bagi generasi mendatang.
Mereka berharap rekor baru ini segera terlampaui kembali sebagai bukti kemajuan berkelanjutan dalam ambisi manusia menaklukkan ruang angkasa.
Penghormatan di Kawah Bulan
Di tengah ketegangan teknis misi, muncul momen haru saat kru berkomunikasi dengan pusat kendali.
Para astronot menyampaikan permohonan khusus untuk menamai salah satu kawah di Bulan dengan nama Carroll, mendiang istri dari komandan misi, Reid Wiseman.
Misi Artemis II bertujuan untuk menguji seluruh sistem pendukung kehidupan dalam pesawat Orion di lingkungan ruang angkasa yang ekstrem.
Melalui observasi lunar yang sedang berlangsung, para ahli berharap mendapatkan data krusial sebelum misi pendaratan manusia berikutnya dilakukan.
Keberhasilan fase ini memperkuat posisi program Artemis sebagai fondasi bagi eksplorasi jangka panjang di Bulan dan, pada akhirnya, perjalanan menuju Mars.
Editor: Redaktur TVRINews




