Banjir Berulang di Demak, Puan Minta Pemerintah Benahi Mitigasi

kompas.com
12 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti banjir besar yang kembali melanda Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

Dia menilai peristiwa tersebut menunjukkan masih lemahnya mitigasi bencana di wilayah rawan banjir.

“Banjir di Demak ini sudah sering terjadi, dan menjadi catatan kita bersama. Tentunya menjadi keprihatinan bagi DPR karena banjir kali ini menyebabkan adanya korban jiwa, dan dukacita mendalam kami sampaikan kepada pihak keluarga,” kata Puan dalam keterangannya, Selasa (7/4/2026).

Baca juga: Update Banjir Demak Senin Malam: Air Berangsur Surut, Satu Anak Meninggal Dunia

Puan menilai, banjir yang dipicu jebolnya tanggul Sungai Tuntang memperlihatkan persoalan mendasar dalam sistem penanganan bencana, khususnya pada wilayah yang sejak lama telah dipetakan sebagai daerah rawan.

“Tentunya ini menambah beban ekonomi masyarakat dalam skala yang lebih luas,” ujarnya.

Menurut Puan, ketika banjir terus berulang di kawasan yang sama, persoalan yang dihadapi bukan lagi sekadar genangan air, tetapi bagaimana sistem perlindungan negara bekerja.

Politikus PDI-P itu pun turut mempertanyakan mengapa wilayah yang berulang kali terdampak banjir masih mengalami kerusakan dengan konsekuensi serupa.

Baca juga: Demak Banjir Lagi, Pemprov Jateng Dorong Normalisasi Sungai Tuntang ke Pemerintah Pusat

“Masyarakat perlu mendapat penjelasan yang lebih terbuka mengenai apakah titik tanggul yang jebol memang sudah masuk dalam peta kerentanan prioritas, bagaimana evaluasi teknis dilakukan sebelum kejadian,” ucap Puan.

“Dan mengapa wilayah yang berkali-kali menghadapi tekanan serupa masih mengalami kerusakan dengan konsekuensi yang hampir sama. Risiko lama terkait bencana banjir berulang ini harus segera diatasi,” kata dia.

Selain menyoroti aspek mitigasi, Puan meminta pemerintah segera memastikan keselamatan warga terdampak, termasuk mempercepat penyaluran bantuan dan layanan kesehatan.

Dia juga menekankan pentingnya perlindungan bagi masyarakat terdampak, terutama petani yang berisiko kehilangan musim tanam akibat banjir.

Baca juga: Tanggul Sungai Tuntang Demak yang Jebol Mulai Ditambal, Ditarget Rampung 14 Hari

“Penting agar instansi terkait segera memberi penanganan kesehatan bagi warga korban banjir yang membutuhkan. Lakukan jemput bola dengan memeriksa kondisi di setiap wilayah maupun pengungsian,” ungkap Puan.

“Yang paling mendesak saat ini adalah memastikan dampak terhadap rakyat tidak berkembang lebih jauh. Petani harus memperoleh kepastian agar musim tanam tidak hilang seluruhnya, warga terdampak harus mendapat perlindungan sampai aktivitas hidup mereka pulih,” sambung dia.

Puan menambahkan, langkah perbaikan infrastruktur ke depan harus dilakukan dengan pendekatan pencegahan, bukan sekadar respons setelah bencana terjadi.

“Serta langkah korektif terhadap infrastruktur harus dilakukan dengan logika pencegahan, bukan semata perbaikan setelah kerusakan,” kata Puan.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Baca juga: Banjir Demak Surut, Warga Berjuang Hadapi Lumpur hingga 50 Cm dan Krisis Air Bersih


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ciara Angkat Kemangi Jadi Bahan Utama Body Care, Intip Yuk Manfaatnya!
• 5 jam laluherstory.co.id
thumb
KPK Sita HP dan Kaos Pilkada Saat Geledah Rumah Warga di Kota Madiun, Diduga Terkait Kasus OTT Maidi
• 6 jam lalurealita.co
thumb
14 Juta Warga Iran Siap Bela Negara
• 3 jam lalutvrinews.com
thumb
Marshall Monitor III Cream, Bukan Sekadar Headphone
• 6 jam laluviva.co.id
thumb
Partai Gerakan Rakyat Sulsel Konsultasi SKT, Kemenkum Tekankan Kelengkapan Administrasi
• 2 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.