Bisnis.com, BANDA ACEH — Israel klaim berhasil membunuh Kepala Intelijen Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Majid Khademi, dalam serangan udara terbarunya.
Kematian Khademi dilaporkan terjadi dalam serangan yang oleh Iran disebut sebagai aksi “musuh Amerika-Zionis”. Israel kemudian mengonfirmasi bertanggung jawab atas operasi tersebut.
Peristiwa ini menambah daftar pejabat tinggi Iran yang tewas dalam rangkaian serangan udara yang meningkat dalam beberapa waktu terakhir.
IRGC dalam keterangan resminya juga membenarkan pengumuman tersebut dengan menyatakan bahwa Khademi telah “gugur sebagai syuhada.”
Israel terus menargetkan elite militer dan intelijen Iran, termasuk struktur penting dalam IRGC yang selama ini berperan dalam operasi keamanan dan proyeksi kekuatan global Teheran.
Kematian Khademi juga disebut akan mengurangi kemampuan Iran dalam menjalankan operasi teror global dan mengendalikan situasi domestik.
Menurut laporan BBC, Khademi merupakan tokoh kunci dalam struktur keamanan Iran yang memimpin IRGC sejak 2025 setelah pendahulunya tewas dalam serangan Israel.
Dia memiliki pengalaman panjang dalam bidang intelijen dan kontra-spionase, serta sebelumnya memimpin unit perlindungan intelijen yang bertugas melakukan pengawasan internal.
BBC juga melaporkan bahwa badan intelijen IRGC merupakan salah satu institusi keamanan paling kuat di Iran. Peran sentral mereka dalam pengawasan domestik dan penanggulangan pengaruh asing, serta kerap beroperasi paralel dengan kementerian intelijen sipil.
NBC News melaporkan bahwa kematian Khademi terjadi di tengah meningkatnya serangan antara Iran dan Israel, puluhan korban jiwa dilaporkan dalam serangan terbaru di wilayah Iran.
Konflik yang terus memanas juga dibarengi dengan tekanan dari Amerika Serikat (AS). Presiden AS Donald Trump mengancam akan melancarkan serangan terhadap infrastruktur Iran jika tidak ada kesepakatan terkait pembukaan kembali Selat Hormuz. Iran merespons dengan peringatan akan melakukan balasan yang lebih luas.
NBC News menyebut total korban tewas di kawasan Timur Tengah telah melampaui 3.400 orang. Sebagian besar korban berada di Iran dan Lebanon akibat serangan udara dan operasi militer Israel–AS.
Di Lebanon, serangan Israel dilaporkan menewaskan sedikitnya delapan orang dalam satu hari, termasuk warga sipil dan anak-anak, serta melukai puluhan lainnya.
Tewasnya Khademi yang disebut sebagai salah satu dari tiga pejabat paling senior IRGC, serangan ini memberikan pukulan strategis terhadap struktur keamanan Iran.





