Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon menggelar dialog strategis dengan Duta Besar Uzbekistan untuk Indonesia, Oybek Eshonov, serta Gubernur Samarkand, Adiz Boboev, di kantor Kementerian Kebudayaan, Senayan, Jakarta.
Pertemuan tersebut membahas perkembangan revitalisasi kompleks makam dan Masjid Imam Bukhari di Samarkand, yang kini menjadi salah satu pusat wisata sejarah dan religi di Uzbekistan.
Dalam pertemuan itu, Fadli Zon mengapresiasi komitmen pemerintah Uzbekistan dalam merevitalisasi kompleks makam Imam Bukhari. Ia menilai situs tersebut memiliki nilai historis penting dalam hubungan Indonesia dan Uzbekistan.
Menurutnya, kompleks makam Imam Bukhari bukan hanya pusat ziarah, tetapi juga menjadi simbol awal diplomasi kedua negara yang telah terjalin sejak era Presiden Soekarno.
“Makam Imam Bukhari di Samarkand adalah salah satu pusat ziarah, sejarah, budaya dan representasi hubungan bilateral antara Indonesia dengan Uzbekistan,” ujar Fadli dalam keterangan yang diterima tvrinews.com, Selasa, 7 April 2026
Ia juga menyinggung peran ulama asal Samarkand dalam penyebaran Islam di Indonesia, seperti Maulana Malik Ibrahim.
Dorong Kolaborasi Film Sejarah dan Budaya
Selain membahas revitalisasi situs sejarah, Fadli Zon juga mendorong kerja sama di bidang industri kreatif, khususnya produksi bersama film sejarah dan budaya antara Indonesia dan Uzbekistan.
Menurutnya, film memiliki peran strategis dalam memperkuat diplomasi budaya karena mampu menyampaikan nilai sejarah secara menarik kepada masyarakat luas.
“Film dapat menjadi salah satu unsur penting dalam diplomasi budaya Indonesia dan Uzbekistan, terlebih industri film Indonesia saat ini sedang berkembang pesat,” katanya.
Ia menyebut jumlah penonton film Indonesia telah mencapai 87 juta dengan pangsa pasar sebesar 67 persen.
Program Pertukaran Budaya dan Festival
Untuk memperkuat hubungan bilateral, Kementerian Kebudayaan juga mencanangkan sejumlah program kerja sama, seperti residensi seniman, mahasiswa, dan peneliti budaya antara kedua negara.
Selain itu, Indonesia juga mendorong penyelenggaraan festival budaya, musik religi, serta pengembangan wisata sejarah di Uzbekistan sebagai bagian dari diplomasi budaya.
Uzbekistan Sambut Positif Kerja Sama
Gubernur Samarkand, Adiz Boboev, menyambut baik penguatan kerja sama budaya dengan Indonesia. Ia mengapresiasi dukungan Indonesia terhadap berbagai program budaya yang telah berjalan.
“Kerja sama antara Uzbekistan dan Indonesia masih terus berlangsung, dan kami berkomitmen untuk terus menjalin hubungan serta diplomasi budaya antara kedua negara,” ujarnya.
Potensi Wisata Ziarah Kian Dikembangkan
Fadli Zon berharap kolaborasi budaya kedua negara terus diperluas, termasuk pengembangan wisata sejarah berbasis ziarah di Uzbekistan.
Selain kompleks makam Imam Bukhari, ia menyebut sejumlah destinasi lain yang berpotensi menarik minat wisatawan Indonesia, seperti makam Imam Tirmidzi dan kompleks Bahauddin Naqshbandi.
“Ke depan, kerja sama ini dapat memperkuat diplomasi yang menggabungkan unsur budaya, sejarah, dan pariwisata antara Indonesia dan Uzbekistan,” pungkasnya.
Editor: Redaksi TVRINews




