BEKASI, KOMPAS.com - Dua korban kebakaran Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Cimuning meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di rumah sakit Primaya Bekasi Timur.
Kedua korban merupakan petugas keamanan PT Indogas Andalan Kita yang mengalami luka bakar parah di atas 90 persen. Saat kejadian, keduanya berada di dalam area SPBE.
"Betul. Korban yang meninggal dunia atas nama Suyadi dengan luka bakar 92 persen dan Djaimun dengan luka bakar 97 persen," ujar Camat Mustikajaya, Maka Nachrowi saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa (7/4/2026).
Baca juga: Warga Cimuning Terhantam Ledakan SPBE: Rumah Hangus dan Kehilangan Sumber Penghasilan
Maka menjelaskan, Suyadi meninggal dunia pada Minggu (5/4/2026), sementara Djaimun meninggal pada Senin (6/4/2026).
Menurut dia, kedua korban akan mendapatkan santunan dari BPJS Ketenagakerjaan. Saat ini, proses administrasi masih berlangsung dengan melengkapi sejumlah persyaratan.
"Tinggal penyerahan berkas. Masih diminta melengkapi syarat seperti surat pernyataan waris, kartu keluarga, dan akta kematian," kata Maka.
Kedua warga Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, itu telah dimakamkan.
Sementara itu, jumlah kepala keluarga (KK) terdampak kebakaran sebanyak 39 KK.
"Awalnya ada 47 KK, tetapi setelah diverifikasi menjadi 39 KK. Terdiri dari 35 KK warga Kota Bekasi dan 4 KK warga luar Kota Bekasi," ujar Maka.
Sebelumnya diberitakan, kebakaran hebat melanda SPBE di Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, pada Rabu (1/4/2026) malam.
Baca juga: Daftar 17 Korban Kebakaran SPBE Cimuning Bekasi, Luka Bakar Lebih dari 50 Persen
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mencatat sedikitnya 19 rumah warga terdampak.
"Rinciannya, 15 rumah di RT 02 RW 003 dan 4 rumah di RT 01 RW 003 mengalami kerusakan," ujar Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bekasi, Idham Kholid, Kamis (2/4/2026).
Selain rumah warga, sejumlah fasilitas lain juga terdampak, termasuk area SPBE PT Indogas Andalan Kita, dua kios, satu lapak rongsok, satu lapak nasi goreng, satu mushala yang mengalami kerusakan ringan, serta satu warung kopi.
"Tak hanya itu, enam unit mobil truk SPBE dan tujuh kendaraan roda dua juga dilaporkan mengalami kerusakan," kata Idham.
Luas area terdampak mencapai sekitar 2.000 meter persegi.
Kebakaran ini juga menyebabkan sejumlah warga mengalami luka dan masih menjalani perawatan di beberapa rumah sakit di Bekasi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




