Saham Migas MEDC-AKRA Cs Menguat saat Harga Minyak Bertahan di Atas USD110

idxchannel.com
12 jam lalu
Cover Berita

Saham emiten minyak dan gas (migas) menguat pada Selasa (7/4/2026) kenaikan harga minyak dunia yang bertahan di atas USD110 per barel.

Saham Migas MEDC-AKRA Cs Menguat saat Harga Minyak Bertahan di Atas USD110. (Foto: Freepik)

IDXChannel – Saham emiten minyak dan gas (migas) menguat pada Selasa (7/4/2026) kenaikan harga minyak dunia yang bertahan di atas USD110 per barel di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 10.26 WIB, saham PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) terkerek 6,15 persen ke Rp3.970 per unit, PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) mendaki 4,35 persen menjadi Rp5.400 per unit, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) naik 1,88 persen.

Baca Juga:
Usai BREN Jatuh Imbas Daftar HSC, Saham Prajogo CUAN-TPIA Cs Rebound

Kemudian, saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) tumbuh 2,26 persen, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) bertambah 1,61 persen, dan PT Elnusa Tbk (ELSA) menghijau 0,70 persen.

Harga minyak dunia diperkirakan masih akan sensitif terhadap sentimen berita utama dalam jangka pendek, seiring meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

Baca Juga:
David Herman Liasdanu Mundur dari Kursi Direktur Impack Pratama (IMPC)

Analis pasar Phillip Nova Priyanka Sachdeva menilai pergerakan minyak saat ini lebih dipengaruhi dinamika geopolitik dibandingkan faktor fundamental.

Dalam catatannya, Priyanka menyebut harga minyak masih bertahan setelah menguat pada pekan lalu, sementara investor menunggu kejelasan terkait tenggat waktu yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump mengenai perkembangan konflik Timur Tengah.

Baca Juga:
Bursa Asia Bergerak Beragam, Tenggat AS-Iran Bayangi Pasar

“Harga minyak kini tidak lagi bergerak karena faktor pasokan dan permintaan, melainkan diperdagangkan mengikuti tenggat waktu dan potensi ledakan konflik,” ujarnya, dikutip Dow Jones Newswires.

Ia menambahkan, ketatnya pasokan minyak global mulai terbentuk di balik tekanan sentimen geopolitik yang mendominasi pasar.

“Bahkan kebijakan dominasi energi Washington belum mampu sepenuhnya menutup potensi kehilangan pasokan minyak dari Timur Tengah dalam jangka pendek,” katanya.

Pada perdagangan terbaru, kontrak minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) bulan terdekat naik sekitar 2,3 persen ke USD114,98 per barel.

Sementara Brent menguat 1,2 persen ke USD111,06 per barel. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
TNI-Polri Kerahkan 785 Personel Hadapi Aksi Massa Tolak Freeport dan Konflik Dogiyai
• 15 jam laluliputan6.com
thumb
TNI Gugur Diserang Zionis, Desak PBB Investigasi
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
WNA di Jepara Bawa Mobil Ngebut Tabrak Lari Pemotor, Berakhir Ditangkap Warga
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Bareskrim Bongkar Peredaran Narkoba di Kelab Malam Denpasar Bali, 7 Orang Ditangkap
• 8 jam lalurctiplus.com
thumb
Harga Cabai Rawit Tembus Rp85.550 per Kg, Daging Ayam Bertahan di Rp42.000
• 12 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.