Saham emiten minyak dan gas (migas) menguat pada Selasa (7/4/2026) kenaikan harga minyak dunia yang bertahan di atas USD110 per barel.
IDXChannel – Saham emiten minyak dan gas (migas) menguat pada Selasa (7/4/2026) kenaikan harga minyak dunia yang bertahan di atas USD110 per barel di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), pukul 10.26 WIB, saham PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) terkerek 6,15 persen ke Rp3.970 per unit, PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) mendaki 4,35 persen menjadi Rp5.400 per unit, PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) naik 1,88 persen.
Kemudian, saham PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) tumbuh 2,26 persen, PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) bertambah 1,61 persen, dan PT Elnusa Tbk (ELSA) menghijau 0,70 persen.
Harga minyak dunia diperkirakan masih akan sensitif terhadap sentimen berita utama dalam jangka pendek, seiring meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
Analis pasar Phillip Nova Priyanka Sachdeva menilai pergerakan minyak saat ini lebih dipengaruhi dinamika geopolitik dibandingkan faktor fundamental.
Dalam catatannya, Priyanka menyebut harga minyak masih bertahan setelah menguat pada pekan lalu, sementara investor menunggu kejelasan terkait tenggat waktu yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump mengenai perkembangan konflik Timur Tengah.
“Harga minyak kini tidak lagi bergerak karena faktor pasokan dan permintaan, melainkan diperdagangkan mengikuti tenggat waktu dan potensi ledakan konflik,” ujarnya, dikutip Dow Jones Newswires.
Ia menambahkan, ketatnya pasokan minyak global mulai terbentuk di balik tekanan sentimen geopolitik yang mendominasi pasar.
“Bahkan kebijakan dominasi energi Washington belum mampu sepenuhnya menutup potensi kehilangan pasokan minyak dari Timur Tengah dalam jangka pendek,” katanya.
Pada perdagangan terbaru, kontrak minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) bulan terdekat naik sekitar 2,3 persen ke USD114,98 per barel.
Sementara Brent menguat 1,2 persen ke USD111,06 per barel. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.





