Grid.ID - Rencana Betrand Peto untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri tak lepas dari peran besar sang ayah, Ruben Onsu. Di balik keputusan tersebut, Ruben menjadi sosok yang aktif memberi arahan sekaligus dukungan penuh.
Sejak awal, Ruben disebut sudah lebih dulu mendorong Betrand untuk mempertimbangkan kuliah di luar negeri. Ia melihat pendidikan sebagai investasi penting untuk masa depan anaknya.
“Dari sebelum aku masuk kampus, Ayah udah bilang ‘cobalah kuliah di Belanda’,” ujar Betrand dikutip Grid.ID melalui Youtube Reyben Entertainment, Senin (6/4/2026).
Tak hanya sebatas memberi saran, Ruben juga terlibat langsung dalam proses perencanaan. Ia bahkan sudah mulai mencari informasi terkait kampus-kampus yang ada di Belanda.
Langkah ini menunjukkan keseriusan Ruben dalam mempersiapkan masa depan pendidikan anaknya. Ia ingin memastikan bahwa pilihan yang diambil Betrand benar-benar matang dan terarah.
Meski begitu, Ruben tetap memberi ruang bagi Betrand untuk menentukan pilihannya sendiri. Ia tidak memaksakan keputusan, melainkan mengajak berdiskusi sebagai bentuk komunikasi dua arah.
Bagi Betrand, kehadiran ayahnya bukan hanya sebagai orang tua, tetapi juga sebagai pendukung utama dalam setiap langkah hidupnya. Hal ini membuatnya merasa lebih yakin menjalani rencana besar tersebut.
Tak hanya soal pendidikan, Ruben juga dikenal selalu berada di garis depan saat anaknya menghadapi tekanan publik. Ia kerap membela Betrand dari berbagai komentar negatif yang beredar di media sosial.
“Orang tua pasti akan membela anaknya,” kata Betrand.
Peran protektif Ruben ini memberikan rasa aman bagi Betrand, terutama sebagai figur publik yang tak lepas dari sorotan. Dukungan tersebut menjadi kekuatan tersendiri bagi dirinya.
Betrand juga menyadari bahwa ayahnya selalu berusaha menjadi pelindung bagi seluruh anak-anaknya. Tak hanya dirinya, tetapi juga untuk adik-adiknya, Thalia dan Thania.
Hal ini memperlihatkan bagaimana Ruben menjalankan perannya sebagai kepala keluarga dengan penuh tanggung jawab. Ia tidak hanya memikirkan karier anak, tetapi juga perkembangan pribadi mereka.
Di sisi lain, keputusan untuk mendorong Betrand kuliah ke luar negeri juga mencerminkan pola asuh yang visioner. Ruben ingin anaknya memiliki pengalaman global dan wawasan yang lebih luas.
Dengan adanya saudara di Belanda, rencana tersebut juga dinilai lebih realistis dan terarah. Faktor ini turut menjadi pertimbangan dalam memilih negara tujuan.
Meski rencana tersebut belum final, dukungan Ruben tetap konsisten. Ia membiarkan proses berjalan secara alami sambil terus memberikan arahan.
Bagi Betrand, sosok ayah seperti Ruben Onsu menjadi fondasi penting dalam mengambil keputusan besar dalam hidupnya. Ia merasa tidak berjalan sendirian dalam menentukan masa depan.
Peran Ruben Onsu ini pun menjadi contoh bagaimana orang tua bisa hadir sebagai pembimbing sekaligus sahabat bagi anak, terutama dalam menghadapi pilihan antara pendidikan dan karier.(*)
Artikel Asli




