JAKARTA,KOMPAS - Kepolisian akan memeriksa pemilik gedung dan mandor untuk memperjelas peristiwa meninggalnya empat orang pekerja di salah satu gedung bertingkat di Jalan TB Simatupang, Tanjung Barat, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Mereka diperiksa guna menjelaskan terkait standar keselamatan kerja yang diterapkan dan kemungkinan adanya kelalaian.
"Rencananya mereka akan diperiksa pekan ini. Mereka akan diperiksa sebagai saksi," ujar Kapolsek Jagakarsa Komisaris Nurma Dewi, Selasa (7/4/2026).
Nurma mengatakan, saat ini pihaknya terus mendalami kasus tewasnya empat orang pekerja di salah satu bangunan bertingkat di TB Simatupang pada Jumat (3/4/2026) pagi. Termasuk akan memanggil pemilik gedung dan mandor guna memastikan pelaksanaan prosedur keselamatan kerja, termasuk menggali kemungkinan adanya kelalaian dalam kasus ini.
Karena dari keterangan para saksi sebelumnya, para pekerja diperintahkan untuk membersihkan tanki penampungan air (ground tank) di lokasi proyek. Tempat penyimpanan air itu berukuran panjang sekitar 6 meter dengan kedalaman 3 meter dan lebar 3 meter. ”Ada dua sekat di dalam tempat penyimpanan itu,” ungkap Nurma.
Namun, saat bak penampungan dibuka, salah satu pekerja jatuh. Melihat rekannya terjatuh, para korban lain berinisiatif untuk menolong. Alih-alih dapat menyelamatkan rekannya, para penolong pun justru menjadi korban.
Mereka yang masuk ke dalam penampungan air itu merasakan hawa panas dan suasana sekitar yang pengap. ”Ada dugaan, korban menghirup gas yang keluar dari tempat penampungan air tersebut,” ujar Nurma. Itulah sebabnya, para korban kebanyakan mengalami sesak napas.
Para korban pun langsung dibawa ke Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Daerah Pasar Rebo untuk mendapatkan penanganan lanjutan. Namun, empat diantaranya harus meninggal dunia di rumah sakit. Keempat korban tewas itu adalah Yana Nugraha (32), Mawi (62), Tatang Sonjaya (63), dan Muhammad Fauzi (19).
Adapun tiga pekerja lain masih dalam perawatan, yakni Ujib (41), Ahmad Jaelani (37), dan Sunar (63). ”Mereka dirawat karena mengalami sesak napas. Saat ini kondisinya sudah berangsur membaik,” ucap Nurma.
Untuk mengungkap penyebab insiden ini, timnya sudah meminta keterangan dari sejumlah saksi dan menghubungi tim identifikasi Polres Jakarta Selatan. Dari hasil pengujian, empat korban tewas meninggal akibat sesak nafas. ”Terkait jenis gas yang terkandung di dalam tempat penampungan air masih menunggu hasil uji laboratorium,” tutur Nurma.
Penyidik pun mendalami adanya unsur kelalaian, dari hasil keterangan para saksi, saat memulai untuk membersihkan bak penampungan air, para pekerja tidak menggunakan alat keselamatan kerja. Kondisi inilah yang memungkinkan terjadinya kecelakaan kerja hingga menelan korban jiwa.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Budi Hermanto mengatakan, guna mendalami penyebab pasti tragedi ini, jajaran kepolisian telah bergerak cepat di lapangan. ”Tim penyidik telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) secara mendalam serta memeriksa sejumlah saksi mata guna mengumpulkan bukti-bukti primer di lokasi kejadian,” kata Budi.
Budi menjamin kepolisian akan menuntaskan kasus ini secara profesional. ”Selain memantau perkembangan kesehatan para korban yang tengah dirawat, kami juga melakukan penyelidikan intensif terkait unsur kelalaian maupun kepatuhan terhadap standar keselamatan kerja yang diterapkan di area proyek tersebut,” ujar Budi.





