SEJARAH baru dalam eksplorasi antariksa kembali tercipta. Misi Artemis II resmi memecahkan rekor penerbangan luar angkasa berawak terjauh dari Bumi pada Senin (6/4), melampaui catatan legendaris yang sebelumnya dipegang oleh misi Apollo 13 sejak tahun 1970.
Kapsul Orion yang diberi nama "Integrity" tersebut melampaui jarak 248.655 mil (400.171 kilometer) tepat pada pukul 13.57 EDT saat mulai melintasi sisi jauh Bulan. Dalam flyby selama enam jam ini, misi diprediksi akan mencapai jarak maksimum 252.760 mil (406.777 kilometer) dari planet asal kita.
"Pada 15 April 1970, tiga penjelajah mencetak rekor jarak terjauh yang pernah ditempuh manusia dari planet asal kita. Hari ini, demi seluruh umat manusia, kalian melangkah melampaui batas tersebut," ujar Jenni Gibbons, astronot Badan Antariksa Kanada (CSA) sekaligus komunikator kapsul (Capcom), saat berbicara kepada kru di atas Orion.
Baca juga : Astronot Artemis II Terpukau Fenomena Langka di Bulan
Momen Haru Penamaan Kawah "Carroll"Di tengah keberhasilan teknis tersebut, suasana haru menyelimuti komunikasi antara kru dan pusat kendali misi. Komandan Artemis II, Reid Wiseman, mengajukan permintaan khusus untuk menamai sebuah kawah terang yang terletak di perbatasan sisi dekat dan jauh Bulan.
Wiseman meminta kawah tersebut dinamai "Carroll", sebagai penghormatan kepada mendiang istrinya.
"Kami kehilangan orang yang kami cintai, namanya adalah Carroll. Istri dari Reid, ibu dari Katie dan Ellie. Ini adalah titik terang di Bulan. Kami ingin menyebutnya Carroll," ujar Wiseman dengan suara yang bergetar sebelum memeluk rekan-rekan krunya.
Baca juga : Misi Artemis II Sukses Lintasi Sisi Jauh Bulan dan Pecahkan Rekor Jarak Terjauh
Selain kawah Carroll, para astronot juga meminta sebuah kawah lain dinamai "Integrity", sesuai dengan nama kapsul yang mereka tumpangi.
Observasi Ilmiah dari Sudut Pandang BaruSelama terbang lintas dengan kecepatan sekitar 5.052 km/jam, keempat astronot, Reid Wiseman, Christina Koch, Victor Glover, dan Jeremy Hansen, mengemban misi sains penting. Mereka dijadwalkan memotret sekitar 30 target ilmiah di permukaan Bulan menggunakan kamera canggih.
Fokus utama mereka mencakup cekungan Orientale selebar 1.000 km dan cekungan Hertzsprung yang terletak di sisi jauh Bulan. Berbeda dengan era Apollo, Artemis II memiliki sudut pandang yang lebih tinggi, memberikan perspektif geologi Bulan yang belum pernah dilihat sebelumnya.
"Benar-benar luar biasa apa yang bisa Anda lihat dengan mata telanjang," seru Victor Glover saat siaran langsung NASA berlangsung.
Menantikan "Earthrise" dan Gerhana MatahariSalah satu momen yang paling dinantikan adalah fenomena "Earthset" (Bumi terbenam) dan "Earthrise" (Bumi terbit), saat planet kita muncul kembali di cakrawala lunar. Selain itu, lini masa misi ini memungkinkan para astronot untuk menyaksikan gerhana matahari langsung dari luar angkasa.
Dengan kacamata pelindung khusus, kru akan memotret korona atau atmosfer luar matahari yang muncul di tepi Bulan. "Kami siap memberikan hasil terbaik," tegas astronot Christina Koch.
Setelah menyelesaikan manuver di sisi jauh Bulan, kapsul Integrity dijadwalkan memulai perjalanan pulang untuk mendarat kembali di Bumi. Suksesnya Artemis II akan menjadi fondasi utama bagi kembalinya manusia ke permukaan Bulan pada misi-misi berikutnya. (Live Science/Z-2)





