Jakarta: Saham PT Krakatau Steel (Persero) Tbk atau KRAS mencatatkan penguatan di tengah tekanan pasar yang terjadi pada penutupan perdagangan 2 April 2026. Kondisi ini membuat saham KRAS mampu menarik investor karena memiliki kinerja baik.
“Kalau kondisi seperti ini, investor memilih saham yang menarik. Salah satunya KRAS,” kata analis pasar modal, Dr. Riska Afriani, di Jakarta, Selasa, 7 April 2026.
Riska sependapat penguatan saham KRAS memang menarik. Mengingat, pelemahan IHSG pada hari tersebut bersifat luas dan dipengaruhi sentimen global.
Bukan hanya ketidakpastian geopolitik, melesatnya harga crude oil, dan terus melemahnya mata uang Rupiah. Bahkan, menurut Riska, pelemahan IHSG ditandai dengan penurunan saham-saham LQ45.
”Saya lihat memang lebih kompleks. Bahkan saham blue chip juga dijual, ini kan menimbulkan kekhawatiran signifikan. Jadi, panic selling terhadap investor,” jelas Riska.
Oleh karena itu, Riska menilai pergerakan KRAS menunjukkan dinamika yang berbeda. Apalagi, saham sektor industri mengalami penurunan 2,23 persen pada penutupan perdagangan minggu lalu.
Menurut dia, penguatan saham KRAS mencerminkan adanya minat beli yang lebih selektif dari investor, yang mulai melihat potensi jangka menengah hingga panjang dari proses transformasi yang tengah berlangsung di dalam perusahaan.
Bahkan, kata Riska, dalam situasi pasar yang cenderung defensif, saham dengan karakteristik turnaround story, seperti KRAS kerap menjadi alternatif bagi investor yang mencari peluang di luar pergerakan pasar secara umum.
”Kenaikan KRAS memang dipengaruhi faktor internal perusahaan, yang fundamental. Apalagi sekarang KRAS membaik, yang bisa dilihat dari laba 2025 yang naik signifikan. Dari rugi Rp2,8 T pada 2024 membalik menjadi untung Rp5,7 T pada 2026,” kata dia.
Riska mengatakan laba tersebut diperoleh melalui kinerja operasional. KRAS juga melakukan transformasi dan restrukturasi yang membuat semakin lebih sehat dan dari sisi efisiensi juga naik.
“Makanya, ini sebenarnya lebih pada faktor investor yang mulai percaya lagi terhadap saham KRAS,” jelas dia.
KRAS juga melalukan strategi transformasi bertajuk ”KS Reborn”. KS Reborn merupakan langkah visioner perusahaan untuk mengonversi dinamika volatilitas global dan disrupsi teknologi menjadi peluang pertumbuhan yang berkelanjutan.
“Manajemen KRAS kan juga bilang ini momentum kebangkitan,” ujar Riska.
Dari sisi teknikal, Riska mengatakan pergerakan KRAS yang tetap menguat di tengah tekanan pasar, mengindikasikan adanya fase akumulasi awal. Saham yang mampu bertahan dan bahkan menguat saat pasar melemah umumnya mencerminkan adanya keyakinan investor terhadap prospek perusahaan tersebut.
Baca Juga: Restrukturisasi Keuangan, Krakatau Steel Catat Laba USD339,6 Juta pada 2025Direktur Utama Krakatau Steel, Dr. Akbar Djohan, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI pada Rabu, 4 Februari 2026. Dok. Istimewa
Sementara itu, Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Dr. Akbar Djohan, menyampaikan perusahaan sukses membalikkan kinerja keuangan (financial turnaround) yang impresif pada tahun buku 2025. Hal tersebut antara lain ditandai dengan raihan laba bersih sebesar USD 339,64 juta (setara Rp5,68 triliun).
"Kami sangat mensyukuri capaian ini sebagai bentuk amanah dari para pemangku kepentingan. Dukungan pendanaan dan kepercayaan dari Danantara menjadi pendorong utama bagi kami untuk terus berbenah. Laba ini adalah titik awal yang kami sikapi dengan rendah hati untuk terus memastikan keberlanjutan industri baja nasional," ujar Akbar Djohan
Dalam kesempatan berbeda, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Daniel Fitzgerald Liman, menyebut harga saham KRAS mengalami pergerakan menggembirakan. Bahkan, kinerja historis KRAS juga bergerak sebesar 164 persen selama setahun terakhir, dengan rentang harga 52 minggu antara 102 dan 436.
“Ketika pekan lalu IHSG melemah, kami tetap stabil,” ujar dia.
Kondisi demikian, menurut Daniel, tak lepas dari kinerja finansial yang positif, yang sebagian besar merupakan kontribusi kinerja operasional perusahaan.
Selain membukukan laba bersih setara Rp5,68 triliun, kata Daniel, sepanjang 2025 Perseroan juga berhasil membukukan pendapatan sebesar USD 959,84 juta (Rp16,05 triliun). Total volume penjualan produk baja mencapai 944.562 ton, meningkat tajam sebesar 29,0 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Daniel menambahkan, ketangguhan Krakatau Steel pada 2025 tidak hanya tercermin pada angka laba, tetapi juga terlihat jelas dari struktur neraca yang kian sehat dan kokoh. Perseroan berhasil memperkuat posisi keuangannya dengan mencatatkan total aset sebesar USD 2,77 miliar atau setara dengan Rp46,24 triliun.
Di saat yang sama, komitmen Perseroan dalam menyelesaikan kewajiban utang membuahkan hasil nyata, di mana total liabilitas berhasil ditekan turun sebesar 17,04 persen menjadi USD 2,04 miliar (Rp34,11 triliun).




