Awak misi Artemis II terlihat berada di dalam wahana kapsul antariksa Orion pada Senin (6 April) waktu AS, dalam perjalanan bersejarah menuju penerbangan lintas berawak di atas sisi jauh Bulan yang selama ini jarang terjamah manusia.
Dalam komunikasi dengan pusat kendali misi di Houston, Texas, para astronaut memberikan deskripsi rinci mengenai permukaan Bulan. Pilot Victor Glover mengungkapkan kekagumannya terhadap fenomena garis terminator batas dinamis yang memisahkan sisi terang dan gelap Bulan.
“Ada begitu banyak keajaiban di terminator,” ujar Glover. Ia menggambarkan pemandangan berupa “pulau-pulau cahaya” dan lembah-lembah gelap yang tampak seperti lubang hitam, menciptakan ilusi seolah seseorang dapat jatuh ke pusat Bulan jika melangkah ke area tersebut.
Keempat astronaut dalam misi ini juga mencetak rekor baru dalam sejarah penerbangan luar angkasa. Mereka mencapai jarak 248.655 mil atau 400.171 km dari Bumi, melampaui rekor sebelumnya yang dipegang misi Apollo 13 sejak 1970.
Jika berjalan sesuai rencana, kapsul Orion akan melanjutkan perjalanan dengan mengorbit sisi jauh Bulan pada ketinggian sekitar 4.000 mil dari permukaannya. Dari titik tersebut, para awak akan mengamati pemandangan unik, di mana Bumi tampak kecil di kejauhan dan terlihat sekitar seukuran bola basket di latar belakang gelap angkasa.
Pencapaian ini menjadi puncak dari misi Artemis II yang berlangsung hampir 10 hari. Misi ini merupakan penerbangan uji berawak pertama dalam program NASA Artemis, sekaligus menandai kembalinya manusia mengelilingi Bulan setelah lebih dari setengah abad sejak era program Apollo.





