Iran menolak usulan gencatan senjata yang disampaikan mediator, Pakistan, pada Senin (6/4). Mereka menginginkan pengakhiran perang dengan AS-Israel secara permanen.
Iran juga menolak tekanan Presiden AS, Donald Trump, untuk segera membuka Selat Hormuz. Trump bahkan mengancam akan “menghabisi” Iran jika permintaannya tidak dipenuhi.
Laporan kantor berita Iran, Islamic Republic News Agency (IRNA), menyebut Teheran menekankan bahwa meskipun menolak ajakan gencatan senjata, mereka mengakui perang yang pecah sejak 28 Februari 2026 itu harus segera berakhir.
IRNA menambahkan, pemerintah Iran mengajukan 10 klausul untuk mengakhiri perang, di antaranya penghentian konflik di Timur Tengah, pemberlakuan protokol khusus di Selat Hormuz, pencabutan sanksi, hingga rekonstruksi.
Terkait konflik tersebut, Trump mengancam akan menghujani Iran dengan “neraka” jika mereka tidak membuka Selat Hormuz hingga Selasa (7/4) pukul 20.00 waktu musim panas bagian timur Amerika Utara (EDT), atau Rabu (8/4) pukul 07.00 WIB.
“Iran dapat disingkirkan dalam satu malam, dan malam itu mungkin besok malam,” kata Trump, seperti dikutip dari Reuters.
Ia juga mengancam akan menghancurkan pembangkit listrik serta jembatan di Iran. Jika ancaman tersebut direalisasikan, tindakan itu berpotensi dikategorikan sebagai kejahatan perang.
“Setiap jembatan di Iran akan dihancurkan pada tengah malam EDT pada hari Rabu, dan setiap pembangkit listrik di Iran akan berhenti beroperasi—terbakar, meledak, dan tidak akan pernah digunakan lagi,” tegas Trump.





