Buronan "High Profile" Interpol Steven Lyons Ditangkap di Bandara Ngurah Rai Bali

kompas.com
11 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com – Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri melalui Sekretariat National Central Bureau (NCB) Interpol Indonesia menangkap buronan internasional “high profile”, Steven Lyons, yang masuk dalam daftar Red Notice Interpol.

Sekretaris NCB Interpol Indonesia Brigjen Pol Untung Widyatmoko mengatakan, Lyons merupakan subyek Red Notice Interpol dengan nomor kontrol A-4908/3-2026 yang diterbitkan pada 26 Maret 2026.

“Divhubinter Polri melalui Set NCB Interpol Indonesia telah berhasil melakukan penangkapan buronan internasional high profile atas nama Steven Lyons,” ujar Untung dalam keterangannya, Selasa (7/4/2026).

Baca juga: Kronologi Penangkapan Steven Lyons di Bali, Pimpinan Geng yang Terlibat Pencucian Uang dan Pembunuhan

Untung menjelaskan, Lyons ditangkap pada Sabtu (28/3/2026) sekitar pukul 11.58 WITA di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali.

Saat ini, kata dia, yang bersangkutan telah ditahan sementara di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Bali.

Penangkapan tersebut merupakan bagian dari operasi internasional bertajuk “Operasi Armorum” yang dipimpin Unit Central Operativa (UCO)–ECO Málaga, Guardia Civil Spanyol, untuk membongkar jaringan organisasi kriminal Lyons.

Operasi ini melibatkan sejumlah otoritas penegak hukum lintas negara, antara lain Kepolisian Skotlandia, Turki, Uni Emirat Arab (UEA), Interpol, Europol, serta NCB Interpol Indonesia.

Untung mengatakan, pihaknya menerima informasi intelijen bahwa Lyons akan masuk ke Indonesia pada 28 Maret 2026 menggunakan maskapai Singapore Airlines dengan rute Singapura menuju Denpasar.

Baca juga: Profil Steven Lyons Buron Interpol, Bos Mafia Skotlandia yang Dibekuk di Bali

“Berdasarkan informasi tersebut, Ses NCB Interpol Indonesia berkoordinasi dengan Polres Bandara Bali dan Imigrasi Bali untuk melakukan penangkapan dan penahanan sementara terhadap subyek,” kata dia.

Profil Lyons

Lyons merupakan warga negara Britania Raya yang lahir pada 3 Desember 1980.

Ia diduga terlibat dalam sejumlah tindak pidana berat, antara lain pembunuhan, narkotika, dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang terkait dengan jaringan organisasi kriminal besar di wilayah Málaga, Spanyol.

Dari hasil investigasi, Lyons diketahui menjalankan aktivitas kriminal lintas negara sejak 2020 hingga 2026, dengan mengendalikan jaringan di Inggris dan Spanyol.

Ia juga diduga menggunakan perusahaan cangkang untuk mencuci uang serta memanfaatkan platform komunikasi terenkripsi seperti EncroChat dan Sky ECC guna mengatur logistik dan keuangan ilegal.

Selain itu, aparat menemukan aliran dana jutaan euro yang diduga berasal dari aktivitas ilegal, termasuk melalui sistem hawala, investasi properti, hingga penggunaan aset kripto untuk menyamarkan transaksi.

Baca juga: Licinnya Andre “The Doctor”, Sempat Lolos dari Penangkapan di Kuala Lumpur

Lyons juga dilaporkan memiliki sejumlah aset properti di wilayah Fuengirola, Málaga, yang didaftarkan atas nama perusahaan untuk menghindari pelacakan otoritas.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Organisasi kriminal yang dipimpinnya disebut memiliki basis operasi di Skotlandia dan Spanyol, serta terlibat dalam penyelundupan berbagai narkotika ke Inggris Raya.

Dalam rangkaian operasi gabungan di Eropa pada 27 Maret 2026, aparat setempat juga telah menangkap puluhan anggota jaringan tersebut, masing-masing 33 orang di Skotlandia dan 12 orang di Spanyol.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
14 Juta Warga Iran Siap Bela Negara
• 3 jam lalutvrinews.com
thumb
Tim Promo Bantah Billboard Iklan Film Aku Harus Mati Adalah Gimmick
• 6 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Rapper Offset Dilaporkan Tertembak di Florida dan Jalani Perawatan Intensif di Rumah Sakit
• 10 jam lalupantau.com
thumb
Politikus PDIP Ono Surono Bakal Dipanggil Usai Rumah Digeledah 2 Kali? Ini Kata KPK
• 8 jam laluliputan6.com
thumb
Dedi Mulyadi Tak Pandang Bulu, Kini Beri Bantuan kepada 2 Pria Asal Wonogiri dengan Cuma-cuma
• 17 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.