Tim Promo Bantah Billboard Iklan Film Aku Harus Mati Adalah Gimmick

tabloidbintang.com
8 jam lalu
Cover Berita

TABLOIDBINTANG.COM - Polemik pencopotan billboard film Aku Harus Mati sempat memunculkan spekulasi miring. Tak sedikit yang menduga kontroversi tersebut hanyalah strategi pemasaran alias gimmick untuk mendongkrak popularitas film.

Namun, tudingan itu langsung dibantah tegas oleh perwakilan rumah produksi, Iwet Ramadhan selaku head of creative strategic promotion.

Iwet memastikan, kejadian ini sama sekali bukan bagian dari skenario promosi yang dirancang tim produksi.

“Ini bukan gimmick. Justru ini jadi pembelajaran besar bagi kami,” ungkap Iwet Ramadhan kepada waftawan dalam kumpa pers virtual, Senin (6/4).

Menurut Iwet, saat ini pihak produksi masih terus memantau dampak dari penurunan billboard terhadap jumlah penonton. Meski begitu, respons publik di sejumlah kota justru menunjukkan hasil positif.

“Di beberapa kota seperti Jogja, Semarang, sampai Surabaya, respons penonton sangat baik,” terang Iwet.

Iwet menilai, situasi ini membuka mata tim produksi bahwa komunikasi di ruang publik harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Ia mengakui, kondisi masyarakat saat ini cenderung sensitif sehingga pesan yang disampaikan mudah memicu reaksi beragam.

Tim Promo Bantah Billboard Iklan Film Aku Harus Mati Adalah Gimmick

“Ke depan kami harus lebih bijak dalam menyampaikan materi atau pernyataan ke publik,” pungkas Iwet Ramadan.

Iklan luar ruang film Aku Harus Mati menuai protes karena dianggap sensitif, terutama terkait isu kesehatan mental.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun bergerak cepat merespons keluhan warga. Bahkan, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung ikut turun tangan menyikapi polemik tersebut.

Langkah penurunan billboard ternyata sudah dilakukan sejak 4 April 2026, lebih cepat dari jadwal promosi yang seharusnya berakhir sehari setelahnya. Total ada 36 titik billboard di berbagai kota yang kini telah bersih dari materi tersebut.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Penganiaya Tuan Rumah Hajatan Purwakarta Terancam 7 Tahun Penjara
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Dari Mana Dana Untuk Menahan Lonjakan Harga BBM dan Tiket Pesawat?
• 5 jam lalukompas.id
thumb
Barang Unik High-end, Gimmick Marketing?
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Muncul Isu Pemotongan Gaji Menteri Demi Efisiensi, Ini Jawaban Seskab Teddy
• 10 jam laluliputan6.com
thumb
MetLife Stadium: Sang Raksasa New Jersey Penentu Takhta Dunia
• 10 jam lalucelebesmedia.id
Berhasil disimpan.