Kementerian Keuangan akan mengambil alih PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dari Danantara Indonesia. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut Presiden Prabowo Subianto telah memberikan restu.
Bendahara negara ini berencana menjadikan PNM sebagai anak usaha di salah satu Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan untuk menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR).
Purbaya menilai rencana akuisisi PNM ini dapat menjadi solusi untuk memperlancar penyaluran KUR. Pasalnya, ia menyebut banyak menerima laporan dari para pelaku UMKM yang mengaku kesulitan mendapatkan KUR.
“Nanti kami akan jadikan PNM itu penyalur KUR,” kata Purbaya dalam rapat bersama Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/4).
Ia menyampaikan, rencananya PNM akan menjadi bank UMKM di bawah PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau Pusat Investasi Pemerintah (PIP).
Di sisi lain, ia menggambarkan, selama ini bunga KUR yang disalurkan melalui perbankan ditanggung pemerintah hingga 18% atau sekitar Rp 40 triliun per tahun. Menurutnya, dana itu lebih baik digulirkan sebagai pembiayaan berbunga murah para pelaku UMKM.
Oleh karenanya, Purbaya berencana menyetorkan dana itu sebagai modal bank UMKM yang nantinya disalurkan sebagai pembiayaan berbunga murah untuk pelaku UMKM. Ia menjelaskan, jika Kemenkeu menyuntikkan dana Rp 40 triliun selama lima tahun berturut-turut, maka bank UMKM ini memiliki modal Rp 200 triliun.
Di sisi lain, Purbaya menyebut sempat memiliki opsi lain, yakni dengan memantau kinerja PNM melalui PIP. Namun, menurutnya hal ini tidak akan efektif mengingat PNM berada di bawah BRI yang mana didesain untuk berorientasi mencari keuntungan.
“Dia pasti punya alasan tersendiri untuk membuat ini enggak bisa menjalankan public service obligation, kewajiban pemerintah, karena memang desain BRI untuk untung, bukan untuk membantu rakyat. Jadi itu mesti dipikirkan,” katanya.
Dalam rapat itu, Purbaya meminta dukungan Komisi XI DPR berkaitan dengan rencananya tersebut. Meski mengaku telah mengantongi izin Presiden, ia mengaku tengah menggodok rencana itu dengan Danantara.




