Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya merespons pernyataan pengamat politik senior Saiful Mujani soal ajakan menurunkan Presiden Prabowo Subianto. Ia menyebut masih banyak hal yang sedang dikerjakan.
"Saya masih banyak sekali kerjaan saya, belum lihat beliau bicara apa," kata Teddy kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (7/4).
Saiful Mujani sebelumnya menyebut program-program Prabowo dan disebut sebagai politik gentong babi.
Menanggapi hal itu, Teddy menegaskan Prabowo sedang fokus kepada hal-hal strategis.
"Apalagi Bapak Presiden, Bapak Presiden ngurusin hal besar, lagi fokus dengan hal-hal yang lebih strategis," ucapnya.
Penjelasan Saiful MujaniSaiful Mujani telah memberikan klarifikasi terkait pernyataannya yang ramai diperbincangkan publik soal ajakan menurunkan Presiden Prabowo Subianto. Ia menegaskan pernyataan tersebut bukan bentuk makar, melainkan bagian dari ekspresi sikap politik dalam demokrasi.
Saiful menjelaskan, pernyataan tersebut disampaikan dalam forum halal bihalal yang bersifat terbuka dan dihadiri kalangan akademisi serta pengamat.
"Pernyataan saya yang beredar luas itu disampaikan di acara halal bihalal dengan tema "halal bihalal pengamat sebelum ditertipkan." (perbatim tulisan di back drop halal bihalal "ditertipkan" bukan "ditertibkan")," ujar Saiful dalam keterangannya, Senin (6/4).
Ia juga menyinggung narasi yang beredar di media sosial yang menyebut pernyataannya sebagai provokasi.
"Rekaman itu menyebar luas dengan framing "NGERIIII INI UDAH LUAR BIASA PROFOKASI-NYA. INI BISA DISEBUT MAKAR... JAGA NKRI!!!" (Dari Ulta Levenia di IG leveenia)," katanya.
Saiful mengatakan pernyataan sikap politik merupakan bagian sah dalam sistem demokrasi dan tidak bisa dikategorikan sebagai tindakan makar.
"Pertanyaannya apakah ucapan saya itu "bisa disebut makar"? Saya tegaskan itu bukan makar, tapi "political engagement", yakni sikap politik atau sikap yang dinyatakan tentang isu politik di hadapan orang banyak. Politiknya dalam acara itu terutama berkaitan dengan kinerja Presiden Prabowo," tegas dia.





