JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Prabowo Subianto memerintahkan menteri terkait untuk membangun perumahan rakyat di kawasan-kawasan strategis.
Perintah tersebut diungkapkan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait atau Ara usai menerima arahan langsung dari Prabowo di Istana, Jakarta, pada Senin (6/4/2026).
"Utamanya di daerah strategis, tadi arahan Bapak Presiden Prabowo untuk Pak Nusron, Menteri ATR agar mempersiapkan lahan-lahan untuk perumahan dengan cepat. Untuk pembiayaan dan pembangunannya oleh Danantara," ungkap Ara di Istana, Senin.
Baca juga: Pemerintah Naikkan Target Bedah Rumah 2026 Jadi 400.000 Unit, Tahun Sebelumnya 45.000
Ia menjelaskan, perumahan rakyat merupakan kebijakan pemerintah untuk memperluas akses hunian layak, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Prabowo, ungkap Ara, memerintahkan agar lahan-lahan negara di kawasan strategis dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan publik.
Saat ini, pemerintah mulai menyisir sejumlah lahan potensial milik negara untuk perumahan rakyat di kawasan Tanah Abang hingga Bandung.
"Jadi bagaimana lahan-lahan negara ini bisa dikelola untuk perumahan rakyat," ujar Ara.
Baca juga: Berawal dari Blusukan Prabowo: Maruarar Debat dengan Hercules, Bangun Rusun di Lahan yang Dikuasai Ormas
Dalam kesempatan tersebut, Ara kembali menegaskan bahwa pemanfaatan lahan negara untuk perumahan rakyat merupakan perintah langsung dari Prabowo.
"Yang pasti tanah negara itu arahan Presiden Prabowo digunakan untuk kepentingan negara dan rakyat Indonesia," ujar Ara.
Di sisi lain, pemerintah telah memulai pembangunan perumahan di kawasan Pasar Senen, Jakarta Pusat. Targetnya, sekitar 324 unit rampung pada 15 Juni 2026.
Baca juga: Mendagri Tito: Kolaborasi Kunci Atasi Backlog Perumahan Nasional
Selain itu, KAI juga tengah menyiapkan tambahan sekitar 500 unit hunian di Jakarta, serta proyek di Bandung yang direncanakan mulai dipersiapkan pada akhir bulan ini.
"Kalau yang di Senen itu akan jadi 15 Juni berarti 2 bulan lagi. Jadi totalnya 824 unit," ujar Ara.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang