EtIndonesia. Operasi penyelamatan ini hampir sempurna: Pasukan khusus Amerika Serikat, dengan perlindungan kegelapan malam, menyusup jauh ke wilayah Iran, mendaki punggungan gunung setinggi lebih dari 2.100 meter, dan berhasil menyelamatkan seorang petugas sistem senjata (weapons systems officer) AS yang terjebak. Ia kemudian dibawa ke titik pertemuan rahasia sebelum fajar pada 5 April.
Namun, situasi di lapangan tiba-tiba berubah.
Seorang pejabat AS yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada Reuters bahwa dua pesawat angkut MC-130 yang bertugas mengangkut sekitar 100 personel pasukan operasi khusus ke wilayah terpencil di selatan Teheran mengalami kerusakan mekanis dan tidak dapat lepas landas.
Situasi ini membuat pasukan elit tersebut terancam terjebak di belakang garis musuh.
Keputusan Berisiko TinggiKomandan segera mengambil keputusan yang sangat berisiko, yaitu mengirim lebih banyak pesawat ke wilayah Iran dan melakukan evakuasi secara bertahap. Keputusan ini membuat pasukan menunggu dengan cemas selama beberapa jam.
Seorang sumber mengatakan: “Jika ada momen yang membuat orang merasa ‘kita dalam masalah besar’, itulah saatnya.”
Namun, keputusan cepat tim disebut menjadi kunci keberhasilan operasi ini.
Pesawat dan Helikopter Dihancurkan SendiriLangkah berani ini akhirnya berhasil. Setelah evakuasi bertahap selesai, militer AS menghancurkan pesawat MC-130 yang rusak serta empat helikopter lainnya di lokasi, untuk mencegah peralatan sensitif jatuh ke tangan musuh.
Latar Belakang InsidenIran sebelumnya mengklaim telah menembak jatuh pesawat tempur F-15E Strike Eagle milik AS di atas wilayah Provinsi Isfahan. Dua awak pesawat berhasil keluar dengan kursi lontar; pilot telah diselamatkan, sementara satu awak lainnya tertinggal di wilayah Iran.
Awak kedua ini adalah petugas sistem senjata yang duduk di kursi belakang.
Bertahan Hidup di Wilayah MusuhPersonel udara AS dilatih dalam program SERE (Survival, Evasion, Resistance, Escape), dan dilengkapi dengan:
- Radio/GPS
- Perangkat komunikasi
- Air dan makanan
- Peralatan medis
- Senjata ringan
Meski demikian, sangat sedikit yang bisa berbahasa Persia, sehingga menyulitkan mereka untuk bertahan tanpa terdeteksi.
Dilaporkan bahwa petugas tersebut mengalami cedera pergelangan kaki, namun masih bisa berjalan. Ia sempat mendaki punggungan gunung setinggi lebih dari 2.100 meter dan bersembunyi di celah batu.
Ia kemudian berhasil menghubungi militer AS dan melakukan verifikasi identitas, langkah penting untuk mencegah jebakan musuh.
Iran Kerahkan Pencarian Besar-besaranPemerintah Iran menyadari nilai strategis jika berhasil menangkap personel AS hidup-hidup. Mereka bahkan mengajak warga lokal dan kelompok suku untuk membantu pencarian.
Hal ini memicu perlombaan pencarian selama akhir pekan, dengan beredarnya video di media sosial yang menunjukkan pesawat militer AS terbang rendah di wilayah Iran.
Peran CIA dan Operasi PenyesatanMenurut laporan The New York Times dan Financial Times, Central Intelligence Agency (CIA) memainkan peran penting dalam menemukan lokasi awak tersebut.
CIA juga melakukan operasi informasi untuk menyesatkan Iran, dengan menyebarkan kabar bahwa militer AS sudah menemukan dan mengevakuasi awak yang hilang.
Keterlibatan Pasukan ElitePresiden Donald Trump menyatakan bahwa operasi dilakukan pada 4 April malam hingga 5 April dini hari, melibatkan puluhan pesawat dan ratusan pasukan khusus, termasuk SEAL Team Six, unit yang dikenal terlibat dalam operasi penewasan Osama bin Laden pada tahun 2011.
Pesawat tempur AS memberikan dukungan serangan udara selama operasi berlangsung.
Serangan Pendukung dan EvakuasiSaat pasukan mendekati lokasi persembunyian korban, pesawat AS terlebih dahulu melakukan serangan udara, mengganggu sinyal elektronik, serta menghancurkan jalan utama untuk menghambat pasukan Iran.
Presiden Trump memantau langsung operasi dari Gedung Putih dan menyatakan tidak ada korban di pihak AS.
Untuk evakuasi akhir, digunakan pesawat turboprop berukuran kecil yang mampu mendarat di landasan darurat yang sempit.
Operasi Dilakukan Secara Diam-DiamSelama operasi berlangsung, Gedung Putih, Pentagon, dan Komando Pusat AS (CENTCOM) hampir tidak memberikan pernyataan publik. Bahkan, Trump sempat tidak terlihat hingga memicu spekulasi media.
Insiden Tambahan- Dua helikopter Black Hawk dilaporkan sempat ditembaki, tetapi berhasil keluar dari wilayah Iran
- Dalam insiden lain, pesawat A-10 Warthog dilaporkan ditembak jatuh di atas Kuwait, pilot berhasil melontarkan diri
Trump mengumumkan akan mengadakan konferensi pers pada 6 April pukul 13:00 waktu AS di Gedung Putih untuk menjelaskan operasi tersebut.
Dicetak ulang dari Kantor Berita CNA / Editor: Lu Yongxin





