REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – PT Garuda Yamato Steel (GYS), produsen baja terintegrasi, mengumumkan keberhasilan pengoperasian fasilitas tenaga surya skala besar pertamanya bersama iForte Energi. Ini menandai tonggak transformatif dalam komitmen perusahaan terhadap produksi baja berkelanjutan dan pengelolaan lingkungan.
Instalasi tenaga surya seluas 55.000 meter persegi dengan total kapasitas pembangkit 6,5 megawatt peak (MWp) merupakan salah satu investasi energi terbarukan paling signifikan di sektor manufaktur baja Indonesia. Fasilitas ini akan menyuplai listrik bersih untuk operasi manufaktur, termasuk pabrik peleburan baja, pabrik penggulungan, gudang, dan fasilitas administratif, sehingga secara substansial mengurangi emisi gas rumah kaca perusahaan serta mendukung transisi Indonesia menuju industri ramah lingkungan.
Baca Juga
KPR Syariah Subsidi Makin Dilirik, BTN dan BSN Kuasai 72 Persen Pasar
Nelayan Lombok Temukan Drone Bawah Laut China di Perairan Gili Trawangan
Pelaku Usaha Perlu Adaptif, Digitalisasi Jadi Kunci Kelola Bisnis
Inisiatif tenaga surya PT Garuda Yamato Steel merupakan bagian dari peta jalan dekarbonisasi komprehensif yang dirancang untuk memosisikan perusahaan sebagai pemimpin industri dalam manufaktur berkelanjutan. Perusahaan telah menerapkan berbagai teknologi dan praktik ekonomi sirkular untuk meminimalkan dampak lingkungan, antara lain:
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Teknologi electrical arc furnace (EAF): GYS menggunakan teknologi EAF yang lebih ramah lingkungan, yang secara signifikan mengurangi emisi karbon dibandingkan proses pembuatan baja blast furnace tradisional.
Integrasi ekonomi sirkular: Perusahaan membangun ekosistem pemulihan material dengan masyarakat lokal dan mitra industri untuk memastikan bahan scrap baja didaur ulang menjadi produk berkualitas tinggi serta meminimalkan limbah.
Modernisasi berkelanjutan: Investasi berkelanjutan dalam revamping dan modernisasi Beam Plant 1 (BP1) menunjukkan komitmen terhadap operasi hemat energi dan kemajuan teknologi.