Makassar (ANTARA) - Direktur Mobilisasi Sumber Daya Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Irawan Asa’ad mengatakan mendapatkan tugas mendampingi 12 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan (Sulsel), termasuk Luwu, dalam pengendalian perubahan iklim dan pengelolaan lingkungan.
Irawan Asa'ad dalam keterangannya di Makassar, Selasa, mengatakan salah satu fokus saat ini adalah implementasi Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah), yang merupakan inisiatif Presiden Prabowo Subianto pada awal tahun 2026.
“Terkait pengelolaan sampah, kami mendorong penanganan dari hulunya, mulai dari pemilahan sampah di rumah tangga, penerapan konsep 3R, serta penguatan bank sampah di masyarakat,” katanya saat bertemu Bupati Luwu Patahudding di Rumah Jabatan Bupati.
Baca juga: Tangani sampah, Pemerintah investasi Rp3 triliun untuk PSEL Makassar
Bupati Luwu Patahudding dalam kesempatan ini memaparkan sejumlah program strategis pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian lingkungan, salah satunya melalui penanaman pohon produktif di berbagai titik, termasuk di ruas jalan dan wilayah rawan longsor.
Ia menjelaskan jenis tanaman yang dipilih adalah tanaman buah agar memiliki nilai manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi upaya pencegahan penebangan liar.
Selain itu pemerintah daerah juga merencanakan penanaman pohon durian di sela kebun cengkeh guna memperkuat struktur tanah, mengingat akar tanaman cengkeh dinilai kurang kuat dalam menahan longsor.
Baca juga: Menteri LH minta kepala daerah pastikan masalah sampah selesai di 2029
“Kami sengaja memilih tanaman buah agar masyarakat dapat merasakan manfaatnya, sekaligus mendorong kesadaran menjaga lingkungan, termasuk penanaman durian di kebun cengkeh untuk membantu mengikat tanah,” ujar Bupati Patahudding.
Selain program penghijauan, pertemuan tersebut juga membahas pengelolaan sampah yang menjadi perhatian khusus Pemerintah Kabupaten (Pemkab( Luwu. Bupati menegaskan pentingnya sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Baca juga: Tekan open dumping, KLH berikan sanksi administratif 273 pengelola TPA
Irawan Asa'ad dalam keterangannya di Makassar, Selasa, mengatakan salah satu fokus saat ini adalah implementasi Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah), yang merupakan inisiatif Presiden Prabowo Subianto pada awal tahun 2026.
“Terkait pengelolaan sampah, kami mendorong penanganan dari hulunya, mulai dari pemilahan sampah di rumah tangga, penerapan konsep 3R, serta penguatan bank sampah di masyarakat,” katanya saat bertemu Bupati Luwu Patahudding di Rumah Jabatan Bupati.
Baca juga: Tangani sampah, Pemerintah investasi Rp3 triliun untuk PSEL Makassar
Bupati Luwu Patahudding dalam kesempatan ini memaparkan sejumlah program strategis pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian lingkungan, salah satunya melalui penanaman pohon produktif di berbagai titik, termasuk di ruas jalan dan wilayah rawan longsor.
Ia menjelaskan jenis tanaman yang dipilih adalah tanaman buah agar memiliki nilai manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi upaya pencegahan penebangan liar.
Selain itu pemerintah daerah juga merencanakan penanaman pohon durian di sela kebun cengkeh guna memperkuat struktur tanah, mengingat akar tanaman cengkeh dinilai kurang kuat dalam menahan longsor.
Baca juga: Menteri LH minta kepala daerah pastikan masalah sampah selesai di 2029
“Kami sengaja memilih tanaman buah agar masyarakat dapat merasakan manfaatnya, sekaligus mendorong kesadaran menjaga lingkungan, termasuk penanaman durian di kebun cengkeh untuk membantu mengikat tanah,” ujar Bupati Patahudding.
Selain program penghijauan, pertemuan tersebut juga membahas pengelolaan sampah yang menjadi perhatian khusus Pemerintah Kabupaten (Pemkab( Luwu. Bupati menegaskan pentingnya sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Baca juga: Tekan open dumping, KLH berikan sanksi administratif 273 pengelola TPA

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5549116/original/022445600_1775567482-12794.jpg)



