Intip Bocoran Skema Merger BUMN Karya, ADHI Bakal Gandeng PTPP?

bisnis.com
10 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — PT PP (Persero) Tbk. (PTPP) mengungkapkan tengah menjalin komunikasi intensif dengan PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) dalam menyusun kerangka kerja menuju merger BUMN Karya.

Direktur Utama PTPP Novel Arsyad menyampaikan bahwa langkah koordinasi ini merupakan bagian dari persiapan teknis sebelum Danantara Indonesia mengonsolidasikan tujuh BUMN Karya menjadi tiga klaster besar.

Menurutnya, fokus saat ini adalah memastikan kondisi buku masing-masing perusahaan selaras dengan standar transparansi yang diinginkan stakeholder

“Kalau sampai sejauh ini yang kami menyusun bersama, dalam hal ini kami bersama dengan Adhi Karya dalam penyusunan proses menuju merger,” ujar Novel dalam acara Earnings Call tahun buku 2025, Selasa (7/4/2026).

Meski telah melakukan penyusunan bersama dengan Adhi Karya, Novel menyatakan bahwa keputusan akhir mengenai skema peleburan dan penetapan klaster utama tetap berada di tangan Danantara.

Adapun dalam rencana yang berkembang, Danantara akan membagi BUMN konstruksi ke dalam tiga inti bisnis dengan spesialisasi gedung, infrastruktur, dan engineering procurement and construction (EPC).

Baca Juga

  • PTPP Ungkap Strategi Perkuat Fundamental Keuangan saat Rilis Laporan Kinerja 2025
  • Ditopang Proyek Pemerintah, Kontrak Baru PTPP Tembus Rp2,76 Triliun Awal 2026
  • PTPP Rampungkan Proyek Kampus UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Rp674,66 Miliar

Selain PTPP dan ADHI, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA), PT Hutama Karya (Persero), PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT), PT Brantas Abipraya (Persero), dan PT Nindya Karya (Persero) juga akan dimerger.

Berdasarkan informasi yang diterima Bisnis, merger bakal dibentuk dalam tiga klaster. Waskita Karya dan WIKA bakal dipasangkan dengan Hutama Karya. ADHI digabung ke PTPP, sementara Brantas Abipraya dengan Nindya Karya.

Sementara itu, proses menuju merger BUMN Karya juga ditandai dengan aksi bersih-bersih laporan keuangan di kedua perseroan. PTPP dan ADHI kompak melakukan impairment atau penurunan nilai aset secara signifikan pada laporan keuangan tahun buku 2025 sebagai bentuk keterbukaan kondisi fundamental.

Direktur Keuangan PTPP Agus Purbianto menambahkan penyesuaian nilai buku ini adalah fase kritis yang harus dilalui sebelum restrukturisasi dan konsolidasi dilakukan. Dengan penyajian nilai aset yang wajar, diharapkan proses merger tidak meninggalkan beban tersembunyi bagi entitas baru nantinya.

“Setelah buku mencerminkan nilai wajarnya, tahap berikutnya adalah restrukturisasi. Tentunya setelah restrukturisasi selesai, kami akan dimerger. Ini adalah bagian dari tahapan awal,” ucap Agus dalam kesempatan yang sama.

Langkah sinkronisasi tersebut juga dibarengi dengan strategi streamlining organisasi dan pelepasan aset non-inti atau asset recycling

Dalam pemberitaan sebelumnya, Danantara dan Badan Pengaturan (BP) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memastikan proses restrukturisasi perusahaan konstruksi pelat merah atau BUMN Karya telah memasuki tahap akhir. 

Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menyampaikan bahwa restrukturisasi akan menjadi langkah awal sebelum BUMN Karya melangkah pada fase konsolidasi ke dalam tiga core utama, yakni konstruksi di area gedung, infrastruktur, dan EPC.

Proses tersebut dimulai dengan perbaikan fundamental perusahaan, terutama melalui impairmentlaporan keuangan dan restrukturisasi utang. 

“Kami sudah lakukan impairment juga terhadap bolong-bolong bukunya. Kemudian kita restrukturisasi terhadap hutang-hutangnya. Setelah ini mereka masuk ke fase konsolidasi," ujar Dony pada pertengahan Maret 2026. 

Melalui perbaikan fundamental dan konsolidasi, Dony optimistis masa depan BUMN Karya akan semakin cerah. Dia menargetkan tahun ini BUMN di sektor konstruksi akan kembali sehat dengan tata kelola yang lebih baik.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
3 Prajurit Gugur di Lebanon, Legislator Singgung Evaluasi Penugasan TNI di UNIFIL
• 10 jam lalujpnn.com
thumb
BRIN Kaji Standar Colokan Fast Charging Motor Listrik, Upaya Adopsi Lebih Masif
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Jangan sampai Terlewatkan, 3 Amalan Terakhir ini Menyempurnakan Ibadah di Bulan Syawal
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
Stok Beras Bulog Capai 4,5 Juta Ton, Aman untuk 11 Bulan ke Depan
• 2 jam lalurepublika.co.id
thumb
Kasus Penculikan dan Pembunuhan Kepala Cabang Bank Disidangkan, Tiga Prajurit Ajukan Eksepsi
• 20 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.