BRIN Kaji Standar Colokan Fast Charging Motor Listrik, Upaya Adopsi Lebih Masif

kumparan.com
14 jam lalu
Cover Berita

Upaya mendorong adopsi motor listrik di Indonesia ternyata bukan cuma soal harga atau insentif. Ada satu hal yang kerap luput, tapi krusial, yakni standardisasi colokan (plug) dan socket, khususnya untuk pengisian cepat baterai.

Hal ini disampaikan Kepala Pusat Riset Teknologi Kelistrikan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Eka Rahman Priandana, yang menilai tanpa standar yang jelas, ekosistem kendaraan listrik roda dua sulit berkembang optimal.

“Saat ini ada tiga tantangan kendaraan listrik, yakni infrastruktur stasiun daya yang masih sedikit, kedua biaya baterai yang mahal, dan ketiga adanya kekhawatiran berkendara jarak jauh akibat stasiun daya yang sedikit tadi,” jelas Eka mengutip siaran resmi BRIN, Selasa (7/4).

Di Indonesia, tantangan tersebut juga berkaitan dengan belum masifnya investasi di sektor infrastruktur, baik untuk stasiun penukaran baterai (battery swapping) maupun pengisian cepat.

Model battery swapping yang sempat digadang-gadang sebagai solusi pun masih menghadapi tantangan. Selain butuh investasi besar, skema bisnisnya juga cukup kompleks karena melibatkan berbagai pihak, termasuk penyedia listrik.

Di sisi lain, tren teknologi motor listrik mulai mengarah ke penggunaan baterai tanam berkapasitas besar untuk jarak tempuh jauh. Konsep ini membuat kebutuhan akan infrastruktur fast charging menjadi semakin penting.

“Interoperabilitas menjadi kunci. Tanpa standar plug dan socket yang seragam, ekosistem pengisian daya tidak akan berkembang optimal,” ujar Eka.

Oleh karena itu BRIN mendorong pengembangan standar nasional (SNI) untuk sistem pengisian cepat motor listrik. Standar ini mengacu pada regulasi internasional IEC 62196-6, namun tetap disesuaikan dengan karakteristik pasar dalam negeri.

Dengan adanya standardisasi, pengguna motor listrik tidak lagi bergantung pada satu jenis infrastruktur atau merek tertentu. Selain itu, langkah ini juga berpotensi mendorong investasi stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) untuk roda dua serta meningkatkan kandungan lokal industri.

BRIN juga telah mengembangkan prototipe stasiun pengisian cepat roda dua bernama SONIK R2 dengan kapasitas hingga 6,6 kW. Teknologi ini diklaim mampu memangkas waktu pengisian secara signifikan, bahkan bisa mencapai sekitar 20 menit tergantung jenis baterai yang digunakan.

Saat ini, usulan standar plug dan socket tersebut masih dibahas bersama Badan Standardisasi Nasional. Tantangan berikutnya adalah mendorong implementasi standar ini agar bisa diterapkan secara luas oleh produsen kendaraan listrik di Indonesia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Penyandang Disabilitas di Luwu Utara Bangkit, Jusman Sukses Jualan Siomay
• 8 jam laluterkini.id
thumb
Tokocrypto Dorong Penerimaan Pajak Kripto Nasional hingga Rp1,96 Triliun
• 14 jam lalumediaapakabar.com
thumb
Seskab Teddy Respons Isu Reshuffle: Tunggu Saja, Presiden yang Akan Bercerita
• 11 jam lalukatadata.co.id
thumb
BRIN Kaji Standar Colokan Fast Charging Motor Listrik, Upaya Adopsi Lebih Masif
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
DLH DKI Akan Tata Ulang TPS Dekat SPPG Cakung Timur Usai Sampah Menggunung
• 5 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.