Jakarta, VIVA – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan, alasan pihaknya ingin mengakuisisi PT Permodalan Nasional Madani (PNM) agar menjadi Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kemenkeu, adalah untuk memperlancar penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Selain itu, tujuan lainnya dari rencana akuisisi PNM oleh Kemenkeu adalah untuk membangun ekosistem pengembangan UMKM terintegrasi, yang dilengkapi dengan tim penasihat, tim pemasaran, fasilitas pelatihan, hingga lembaga penjamin kredit.
“Kalau didukung oleh Komisi XI, kami akan eksekusi (rencana pengambilalihan PNM) itu. Kami sudah lapor ke Pak Presiden, dia bilang, kalau bagus jalankan saja. Tapi, kami masih berunding dengan Danantara. Mohon dukungannya (dari Komisi XI DPR RI),” kata Purbaya, dikutip Selasa, 7 April 2026.
- Dokumentasi PNM.
Meski demikian, Purbaya mengaku bahwa pihaknya masih akan mematangkan rencana tersebut, dan berdiskusi dengan Danantara untuk mencari jalan terbaik.
Namun, apabila nantinya Danantara menyanggupi untuk membangun sendiri ekosistem pengembangan UMKM terintegrasi, maka Kemenkeu tidak akan mengambil alih PNM.
“Nanti kami coba follow up seperti itu. Kalau bisa jalan (direalisasikan oleh Danantara sendiri), silakan jalan. Tapi kalau enggak, kami ambil alih (PNM),” ujarnya.
Purbaya meyakini, akuisisi PNM sebagai salah satu SMV di bawah Kemenkeu, akan menjadi salah satu solusi untuk memperlancar penyaluran KUR. Karena, Dia mengaku banyak mendapatkan laporan dari para pelaku UMKM, yang kesulitan untuk mendapatkan layanan kredit murah (KUR) tersebut.
Di sisi lain, Purbaya juga menyoroti adanya kebutuhan biaya yang cukup tinggi, dalam penyaluran KUR melalui pihak perbankan. "Kalau KUR yang (disalurkan) lewat bank-bank itu kan kami bayar bunga tuh sampai 18 persen. Uangnya hilang (terpakai untuk membayar bunga), setiap tahun sekitar Rp 40 triliun,” kata Purbaya.
Apabila nantinya KUR disalurkan melalui PNM sebagai salah satu SMV Kemenkeu, Purbaya memastikan dana Rp 40 triliun itu akan dapat dijadikan modal untuk mentransformasikan BUMN tersebut menjadi bank UMKM.
Dia berharap, langkah itu nantinya akan dapat menjadikan PNM sebagai bank besar yang bermodalkan Rp200 triliun, dalam kurun waktu 5 tahun.



:strip_icc()/kly-media-production/medias/5547615/original/002797100_1775465007-IMG_4337.JPG.jpeg)
