Muzani Bicara Gagasan Ki Hajar Dewantara di Taman Siswa: Pendidikan Satukan RI

kumparan.com
7 jam lalu
Cover Berita

Ketua MPR Ahmad Muzani menyebut pendidikan merupakan kunci utama dalam menyatukan keberagaman bangsa Indonesia.

Menurut Muzani, gagasan besar Ki Hajar Dewantara sejak awal adalah menjadikan pendidikan sebagai alat untuk menyatukan berbagai perbedaan yang ada di Indonesia.

“Yang dipikirkan oleh Ki Hajar Dewantara adalah, bagaimana caranya menyatukan perbedaan-perbedaan ini menjadi satu kekuatan, dalam satu kekuatan nasionalisme bangsa, dalam satu kekuatan negara baru namanya Indonesia, dan dalam pandangan Ki Hajar Dewantara, tidak ada cara lain kecuali kita harus mengobarkan semangat nasionalisme dan kebangsaan,” ujar Muzani.

Ia menegaskan upaya tersebut diwujudkan melalui jalur pendidikan yang dinilai paling efektif untuk membangun kesadaran kebangsaan.

“Itulah yang dilakukan oleh Ki Hajar Dewantara, menyadarkan semangat nasionalisme dan kebangsaan, dan dalam ijtihad politik, keyakinan politik Ki Hajar Dewantara, mengobarkan nasionalisme dan kebangsaan itu tidak ada cara yang paling efektif, kecuali melalui media pendidikan. Itu sebabnya beliau mendirikan Taman Siswa,” ungkap Muzani.

Muzani menyebut, pendidikan menjadi fondasi penting dalam merawat persatuan di tengah keberagaman Indonesia yang terdiri dari berbagai suku, agama, budaya, dan bahasa.

“Ki Hajar Dewantara sangat menyadari bahwa ini hanya mungkin diselesaikan dengan model pendidikan, model pendidikan. Maka dalam rumusan Undang-Undang Dasar 45 Pasal 31, Ki Hajar memperjuangkan agar sistem pendidikan Indonesia adalah sistem yang tunggal, sistem yang satu untuk menyatukan bangsa Indonesia yang berbeda,” katanya.

Ia menambahkan, sistem pendidikan nasional saat ini merupakan hasil dari gagasan tersebut, meski masih terdapat tantangan dalam implementasinya.

“Dan sekarang sudah tercapai sistem itu dengan Kurikulum Nasional yang Kurikulum Tunggal. Meskipun hasil Kurikulum Nasional itu tentu saja hasilnya berbeda-beda. Banyak Gubernur menyampaikan keluh kesah kepada kami, di Jawa rata-rata pendidikan nasional kita menghasilkan siswa-siswi yang lebih pintar daripada di luar Jawa, bahkan saya ketemu dengan beberapa Gubernur mengeluh hal itu,” ujar Muzani.

Namun demikian, Muzani menilai upaya pendidikan dalam menyatukan bangsa telah menunjukkan hasil yang signifikan, terutama dalam membangun rasa kebangsaan.

“Tetapi sebagai sebuah ikhtiar yang dilakukan oleh Ki Hajar Dewantara untuk menyatukan perbedaan-perbedaan di antara anak bangsa ini sudah terjadi, yakni dalam keindonesiaan yang sama, dalam semangat kebangsaan yang sama, yakni Indonesia,” tuturnya.

Klaim Nasionalisme Tinggi

Ia juga menyinggung hasil survei yang menunjukkan tingginya rasa nasionalisme masyarakat Indonesia sebagai buah dari proses panjang pendidikan.

“Pertengahan Maret yang lalu kami mengadakan survei Pak, yang mungkin akan dipublikasikan minggu depan. Dalam survei itu mengatakan bahwa rakyat Indonesia 92 persen bangga terhadap Indonesia. Dan itu artinya luar biasa, rakyat Indonesia 92 persen bangga terhadap bangsa Indonesia,” ujar Muzani.

“Dan ketika ditanya kebanggaan saudara jika diminta untuk membantu negara apakah siap, termasuk untuk berperang apakah siap, karena bentuk nasionalisme tertinggi adalah perang. Perang adalah bentuk nasionalisme tertinggi membela negara. 80 persen mengatakan siap untuk berperang membela negara,” sambung dia.

Muzani menekankan persatuan merupakan nilai paling penting dalam kehidupan berbangsa, yang harus terus dijaga oleh seluruh elemen masyarakat.

“Persatuan adalah harga yang paling mahal sebagai bangsa yang kita bentuk,” tutur Muzani.

Ia mengingatkan menjaga persatuan bukan hal mudah dan membutuhkan pengorbanan dari setiap individu.

“Menjaga persatuan itu perlu pengorbanan, menjaga kebersamaan itu perlu menjaga perasaan, kadang-kadang ketersinggungan itu harus dilupakan, kadang-kadang harga diri itu diabaikan, kadang-kadang merasa lebih tinggi itu harus dihilangkan. Dengan begitu kita bisa bersatu,” ucap dia.

Muzani menegaskan, warisan pemikiran Ki Hajar Dewantara melalui Taman Siswa harus terus dijaga sebagai bagian dari upaya merawat nasionalisme dan persatuan bangsa Indonesia.

“Taman Siswa adalah karya terbesar Ki Hajar Dewantara dalam berbakti kepada bangsa dan negara. Inilah legacy yang harus kita jaga, inilah legacy yang harus kita terus rawat, bagaimana merawat kebangsaan dan nasionalisme tetap menjadi sesuatu yang hidup di tengah kita,” tutupnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mulai 4 Mei 2026, BNI Tutup Layanan Internet Banking
• 10 jam lalumedcom.id
thumb
Pemain Timnas Bebas dari Skandal Paspor Liga Belanda Karena Menikah
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Pemain Go Ahead Eagles Dapat Menit di Liga Belanda, Bek Denmark Sebut Dean James Masih Mau Main untuk Klub 
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Puan Soroti Banjir Demak Berkali-kali Terjadi Bahkan Kali Ini Tewaskan Bocah
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Ben Kasyafani Angkat Bicara soal Keputusan Sienna Lepas Hijab
• 12 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.