JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang perempuan diduga menjadi korban pelecehan seksual di bus Transjakarta koridor 1.
Berdasarkan unggahan akun Instagram @jakartapusat.info, awalnya korban naik bus yang penuh penumpang pada Minggu (5/4/2026) dari Halte Dukuh Atas ke Polda Metro Jaya.
Perempuan itu berdiri di dekat pintu kedua bus dan dekat dengan pembatas kaca. Di belakang korban, berdiri seorang penumpang laki-laki.
Baca juga: Universitas Budi Luhur: Bukti Pelecehan Mahasiswi oleh Dosen Tak Cukup Kuat
Penumpang tersebut semakin lama semakin mendekat ke arah korban dan kepalanya berada tepat di samping kepala korban.
Karena merasa tidak nyaman, korban mencoba bergeser ke arah kanan atas untuk memberi jarak.
Akan tetapi, penumpang pria tersebut tetap menekan badan korban.
Saat bus hampir tiba di Polda Metro Jaya, pria tersebut tiba-tiba meletakkan tangannya di bagian kanan bokong korban.
Korban langsung berteriak sambil menarik baju pria itu. Ia pun membawa pria tersebut ke petugas Transjakarta.
Namun, saat itu hanya ada satu petugas perempuan yang berjaga, sementara korban sedang membawa tiga tas sehingga tidak bisa menahan pria tersebut lebih lama.
Pria tersebut lalu keluar bus dan melarikan diri.
Namun, korban sempat memvideokan pria itu saat berlari setelah keluar dari bus Transjakarta.
Baca juga: Marak Pelecehan, Komnas Perempuan Dorong Aturan Baru Transportasi Online
Kepala Departemen Humas & CSR Transjakarta, Ayu Wardhani menyampaikan keprihatinan mendalam dan permohonan maaf atas dugaan pelecehan seksual di bus Koridor 1 (Blok M – Kota) tersebut.
Ia menegaskan, Transjakarta tidak menoleransi segala bentuk pelecehan dalam pelayanan bus.
"Kami telah menghubungi korban secara langsung untuk menyampaikan simpati dan menawarkan dukungan penuh," ujar Ayu saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa.
Transjakarta juga menelusuri dan mengidentifikasi pelaku melalui rekaman CCTV.
Transjakarta juga sudah berkoordinasi dengan pihak berwajib.
Pengawasan petugas di armada dan halte Transjakarta terus diperketat guna memastikan rasa aman pelanggan.
"Kami mengimbau pelanggan untuk selalu waspada dan saling menjaga sesama pengguna," tutur Ayu.
"Jika melihat atau mengalami tindakan mencurigakan, segera lapor kepada petugas di lapangan atau hubungi call center 1500-102," tambah dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




