TABLOIDBINTANG.COM - Kontroversi poster film Aku Harus Mati akhirnya berujung pada pencopotan billboard di sejumlah titik. Iklan luar ruang film tersebut menuai protes karena dianggap sensitif, terutama terkait isu kesehatan mental.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun bergerak cepat merespons keluhan warga. Bahkan, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung ikut turun tangan menyikapi polemik tersebut.
Perwakilan rumah produksi, Iwet Ramadhan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Pihaknya mengakui materi promosi yang dihadirkan di ruang publik belum mempertimbangkan sensitivitas masyarakat secara menyeluruh.
“Kami sangat menyesalkan ketidaknyamanan yang timbul. Ini jadi pelajaran penting bagi kami dalam menyampaikan pesan ke publik,” ungkap Iwet Ramadhan, head of creative strategic promotion dalam jumpa pers virtual, Senin (6/4).
Langkah penurunan billboard ternyata sudah dilakukan sejak 4 April 2026, lebih cepat dari jadwal promosi yang seharusnya berakhir sehari setelahnya. Total ada 36 titik billboard di berbagai kota yang kini telah bersih dari materi tersebut.
Menurut Iwet, keputusan cepat ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab atas respons masyarakat yang semakin meluas.
Sahabat Luna Maya itu juga menilai situasi saat ini memang sangat sensitif, sehingga pesan yang disampaikan ke publik harus benar-benar diperhitungkan.
“Sekarang ini banyak hal bisa dengan mudah memicu reaksi. Jadi kami harus ekstra hati-hati dalam menyampaikan pesan,” jelas Iwet Ramadhan.
Iwet juga menjelaskan alasan keterlambatan pernyataan resmi. Pihaknya memilih fokus terlebih dahulu pada proses teknis pencopotan yang melibatkan banyak pihak sebelum memberikan klarifikasi ke publik.
Sebagai langkah perbaikan, seluruh materi promosi ke depan akan dilengkapi dengan trigger warning agar lebih bijak dalam menyampaikan pesan.



