BRIN ingatkan PDAM perbarui teknologi penyaringan cegah kontaminan air

antaranews.com
8 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Peneliti Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Ignasius Sutapa mengingatkan seluruh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) untuk memperbarui teknologi penyaringan guna mencegah kontaminan baru pada air yang diproduksi.

Dalam diskusi yang digelar secara daring di Jakarta, Selasa, Ignas menjelaskan jenis pencemaran di sumber air saat ini semakin bervariasi. Bukan sekadar limbah organik biasa, melainkan mulai mencakup keberadaan bahan kimia baru, antibiotik, hingga mikroplastik yang terbawa aliran sungai.

"Karena kalau ada sumber kontaminan baru, tidak sanggup (disaring) kalau dengan (alat) konvensional, misalnya ada mikroplastik dan sebagainya, itu saja pasti lolos," katanya.

Ignas menilai sistem pengolahan air minum yang konvensional mulai dari proses koagulasi, flokulasi, sedimentasi, hingga filtrasi standar pasir sudah tidak cukup mumpuni untuk menangkal beban pencemar mikroskopis tersebut.

Baca juga: Teknologi beri solusi penuhi air bersih dan layak minum

Oleh karena itu ia menilai adopsi teknologi pengolahan air yang lebih modern menjadi sebuah keharusan.

Ia mendorong PDAM untuk mulai mengintegrasikan sistem filtrasi lanjutan, seperti nanofiltrasi atau reverse osmosis, demi menyesuaikan dinamika kualitas air baku.

"Jadi bagaimana sebenarnya tata kelola air baku yang berkaitan dengan tata kelola sumber daya air tadi itu (bukan hanya) betul-betul sangat menentukan harga, tapi juga menentukan kualitas yang akan diproduksi," ujarnya.

Baca juga: BSA pamerkan teknologi manajemen air PDAM di World Water Forum

Selain inovasi teknologi penyaringan, Ignas juga menekankan pentingnya pengujian dan pemantauan kualitas air secara berkala untuk parameter fisik, kimia, dan biologi guna memastikan air produksi tidak berdampak buruk pada kesehatan manusia.

Tantangan penyediaan air bersih yang bebas kontaminan ini, lanjutnya, juga diperparah oleh fenomena perubahan iklim. Pada musim hujan ekstrem, kata dia, sedimentasi tinggi kerap membuat instalasi pengolahan milik PDAM kewalahan memproses air baku.

Pada akhirnya Ignas menegaskan peningkatan tata kelola instalasi air ini harus berjalan beriringan dengan riset inovasi dan edukasi lintas sektor, agar masyarakat juga ikut proaktif menjaga kebersihan perairan darat dari hulu hingga hilir.

Baca juga: BRIN: Mayoritas warga penuhi kebutuhan air minum secara swadaya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Makassar Geger! Pria Ditemukan Tewas Membusuk di Gudang Kampus Unhas
• 8 jam lalurctiplus.com
thumb
Cara Klaim JHT di Aplikasi Lapak Asik BPJS Ketenagakerjaan, Mudah dan Cepat
• 8 jam lalubisnis.com
thumb
Eksklusif! Cerita Yohanes Kandaimu saat Menerima Tawaran dari Klub Malaysia Kelantan The Real Warriors: Saya Langsung Ambil!
• 6 jam lalubola.com
thumb
Prediksi Skor Sporting vs Arsenal: Head to Head, Susunan Pemain
• 4 jam lalubisnis.com
thumb
Fenomena El Nino Godzilla, Akademisi Ingatkan Ancaman Heat Stroke
• 51 menit lalubisnis.com
Berhasil disimpan.