Fenomena El Nino Godzilla, Akademisi Ingatkan Ancaman Heat Stroke

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, MALANG — Fenomena iklim "El Nino Godzilla" tengah mengubah area terbuka menjadi zona bahaya akibat paparan suhu panas yang sangat ekstrem berupa ancaman fatal bernama heat stroke (serangan panas) yang mengintai nyawa para pekerja di luar ruangan. 

Dosen Keperawatan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Nur Melizza mengatakan kelompok pekerja seperti pengemudi ojek online (ojol), kurir ekspedisi, pekerja konstruksi, petani, hingga petugas keamanan (satpam) kini berada di garis terdepan risiko heat stroke

"Heat stroke terjadi ketika tubuh kehilangan kemampuan otomatis untuk mengatur suhu," kata Nur Melizza, Selasa (7/4/2026). 

Dia menambahkan kondisi medis ini jauh lebih parah daripada dehidrasi biasa. Suhu panas dari luar terus menumpuk di dalam tubuh yang berakibat produksi keringat terhenti total dan panas terperangkap. 

Fenomena El Nino Godzilla menjadi faktor utama pemicu cuaca panas ekstrem ini. Risiko tersebut akan makin parah jika seseorang kurang minum, kurang istirahat, serta memakai pakaian yang tidak menyerap keringat.

"Kondisi paling parah itu bisa menyebabkan kerusakan otak dan gangguan fungsi organ. Tubuh kekurangan oksigen dan bisa memicu pingsan hingga mengancam nyawa," ucap Nur mengingatkan besarnya bahaya El Nino Godzilla.

Baca Juga

  • Hadapi Risiko Kekeringan akibat El Nino, Jatim Operasikan 3.800 Sumur di Kawasan Lumbung Pangan
  • Stok Beras Tembus Rekor, Mentan Yakin Bisa Tahan 11 Bulan Meski Ada El Nino
  • Produksi Beras RI Terancam Turun, Harga Berpotensi Naik Imbas El Nino

Lebih lanjut, Nur menyoroti mengapa kelompok pekerja lapangan sangat rentan menjadi korban. Selain karena terus terpapar sinar matahari secara langsung selama berjam-jam, kewajiban mereka untuk memakai perlengkapan kerja seperti jaket tebal bagi ojol dan kurir, atau helm tertutup pada pekerja konstruksi membuat suhu panas makin mudah terperangkap dan memanggang tubuh dari dalam.

Untuk menghindari bahaya mematikan ini, dia memberikan sejumlah kiat pencegahan. Yang paling utama pekerja wajib membawa persediaan air minum berukuran sedang setiap kali bekerja. 

Dia menyarankan untuk rutin minum air putih dan jangan pernah menunggu sampai tenggorokan terasa haus. Pekerja juga wajib menyempatkan istirahat sekitar 20 hingga 30 menit di tempat yang teduh.

Sebisa mungkin batasi aktivitas fisik berat pada jam rawan panas, yakni pukul 10.00 pagi hingga 13.00.

"Jika harus memakai jaket sesuai aturan perusahaan, biarkan resleting sedikit terbuka. Tujuannya agar panas tubuh bisa bertukar lebih mudah dengan udara luar," jelasnya.

Dosen Keperawatan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Nur Melizza. Istimewa

Peka terhadap sinyal tubuh adalah kunci utama keselamatan pekerja lapangan. Segera hentikan aktivitas jika tubuh mulai merasa pusing, mual, lemas, atau bahkan kebingungan.

Selain menjaga asupan cairan, nutrisi makanan juga harus diperhatikan agar tubuh memiliki cadangan energi. Pada akhir penjelasannya, Nur memberikan saran tegas kepada pihak korporasi. Kebijakan tempat kerja harus adaptif demi menyelamatkan nyawa karyawannya.

"Perusahaan mohon mengatur jam kerja yang lebih fleksibel. Sediakan juga air minum yang cukup dan berikan tempat istirahat yang layak, jangan dibiarkan istirahat di tempat panas," pungkas Nur.

Dia berharap edukasi preventif ini diharapkan mampu menekan angka fatalitas di tengah ancaman krisis iklim global. Upaya sederhana namun konsisten diyakini dapat menjadi pelindung utama bagi pekerja lapangan.

Dengan pemahaman yang tepat, mereka tetap bisa menjalankan aktivitas sehari-hari secara aman tanpa harus mengorbankan kesehatan di tengah paparan panas ekstrem.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Taiwan Tuduh Tiongkok Incar Teknologi Chip untuk Hindari Pembatasan Global
• 11 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Istana Kepresidenan Jakarta Kini Dibuka untuk Kunjungan Pelajar
• 7 jam lalurepublika.co.id
thumb
Empat Pekerja Tewas, Pemilik Gedung dan Mandor akan Diperiksa
• 11 jam lalukompas.id
thumb
IHSG Selasa (7/4) Rawan Koreksi, Cermati BKSL, BRPT, ITMG hingga TKIM
• 17 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini Naik Jadi Rp2.850.000 per Gram
• 16 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.