Warga Blokir TPSA Bangkonol Pandeglang: Sampah Acak-acakan, Timbulkan Bau

detik.com
11 jam lalu
Cover Berita
Pandeglang -

Sejumlah warga yang tinggal dekat Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Bangkonol, Pandeglang, melakukan aksi. Warga menilai buruknya manajemen di lingkungan UPT TPSA Bangkonol.

"Ini manajemen udah diganti semua, tapi makin buruk, lebih parah. Kami sering kali melakukan sidak dan sampah acak-acakan," kata warga bernama Ahmad Yani di lokasi, Selasa (7/4/2026).

Ahmad Yani mengatakan manajemen yang buruk menjadi faktor utama warga melakukan aksi demonstrasi dan pemblokiran TPSA. Sebab, menurutnya, dari faktor itu, warga mengeluhkan timbulnya bau tidak sedap karena sampah yang ditampung tidak langsung dilakukan penanganan.

"Mereka nggak serius menangani sampah, sampah lokal saja mereka nggak serius menanganinya," ucapnya.

"Bau yang ditimbulkan hampir mencapai radius 1 kilometer," imbuhnya.

Baca juga: Warga di TPA Bangkonol Kawal Pembatalan MoU Penampungan Sampah di Pandeglang

Ahmad Yani menyatakan pemblokiran dilakukan agar Bupati dan Wakil Bupati Pandeglang bisa turun ke lapangan untuk menyelesaikan persoalan sampah.

"Kami akan memblokir sampai Bupati mendatangi kami warga Bangkonol, untuk melakukan penandatanganan komitmen bersama," katanya.

Kabag Unit Persampahan, Helfi Apriyani Ulfah, mengaku bakal menyampaikan aspirasi warga kepada pimpinan. Namun ia menyayangkan dengan adanya pemblokiran karena sampah yang tersebar di 35 kecamatan tidak bisa terbuang.

"Saya minta ke masyarakat agar tidak menutup, nanti kalau ditutup sampah dibuang kemana," katanya.

Helfi mengatakan saat ini Pemkab Pandeglang hanya memiliki satu tempat pembuangan sampah. Jika TPSA ditutup, dalam sehari maka akan ada 9 ton sampah yang berserakan.

"Sekarang Pandeglang cuma satu tempat pembuangannya, sehari hampir 30 truk sampah, satu truk 3 ton sampah. 90 Ton per hari kalau tidak terbuang, bagaimana," tambahnya.

Baca juga: Urusan Sampah Berujung Protes Warga Pandeglang Tak Sudah-sudah




(idn/idn)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ungkap Fakta Pembunuhan di Halmahera Tengah, Mabes Polri Turunkan Tim Khusus
• 1 jam lalurctiplus.com
thumb
BMKG: Gelombang 1,25-2,5 Meter Berpotensi Terjadi di Sejumlah Perairan Indonesia 7-10 April 2026
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
Sosok Yogi Iskandar, Pelaku Kasus Pengeroyokan Ayah Pengantin di Purwakarta, Ternyata Residivis yang Pernah Dipenjara 3 Tahun
• 16 jam lalugrid.id
thumb
Kadin Imbau Pelaku Usaha Waspadai Kenaikan Harga Energi Global
• 8 jam lalupantau.com
thumb
Tiba di Manado, Wapres akan Tinjau Lokasi Terdampak Gempa
• 22 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.