Jakarta, tvOnenews.com - Pemain naturalisasi Timnas Suriname, Luciano Slagveer akhirnya bisa kembali membela timnya, TOP Oss setelah keluar dari skandal paspor di Liga Belanda.
Luciano Slagveer menjadi satu dari banyak pemain yang sempat dilarang membela klub Liga Belanda karena skandal paspor. Sejumlah pemain kelahiran Belanda tak bisa bermain karena berubah statusnya menjadi pemain non-Uni Eropa setelah melepas paspor Belandanya.
Alhasil, pemain tersebut menjadi pemain asing walaupun lahir dan besar di Belanda. Berdasarkan regulasi KNVB, pemain asing non-Uni Eropa pun diharuskan mendapatkan gaji 600 ribu euro atau setara dengan Rp11,7 miliar dari klub.
Luciano Slagveer akhirnya bisa mendapatkan izin bekerja setara dengan warga Belanda karena menikah dengan warga negara Belanda. Dengan izin bekerja ini, dia akhirnya bisa kembali memperkuat klubnya, TOP Oss.
Luciano Slagveer pun akhirnya kembali membela TOP Oss ketika tampil melawan Jong FC Utrecht, Senin (6/4/2026) kemarin.
"Ini adalah masalah yang tidak anda duga," kata Luciano Slagveer dikutip dari laman ESPN, Selasa (7/4/2026).
Luciano Slagveer, Etienne Vaessen dan Tjaronn Chery menjadi pemain kloter pertama yang akhirnya bisa kembali membela klub di tengah skandal paspor ini.
Luciano Slagveer mengakui kesalahannya ketika menerima pinangan Suriname untuk dinaturalisasi. Di mana saat itu, dia tidak melakukan riset lebih dalam soal regulasi di Liga Belanda.
"Dalam kasus saya, jika saya tahu (hal ini akan terjadi) saya akan mempertimbangkannya beberapa kali lagi," kata Luciano Slagveer.
Suriname memiliki sistem kewarganegaraan tunggal sehingga setiap pemain yang dinaturalisasi akan melepas paspor Belanda.
"Jika ternyata benar (bahwa ia kehilangan paspor Belandanya), maka kesalahannya juga ada pada saya. Saya tidak melakukan riset yang cukup," katanya.
Luciano Slagveer memiliki pendapat yang sama dengan para ahli hukum olahraga yang sempat menekankan bahwa pemain menjadi pihak yang paling bertanggung jawab atas paspor mereka.
Hal ini pula yang membuat Luciano Slagveer tidak menyalahkan siapa pun, termasuk klub dan tim nasionalnya sendiri. Apalagi dia masih bermain dengan mengajukan paspor Suriname. (hfp)



