Pedagang Peyek dan Bakso Menjerit Harga Plastik Mahal: Mau Dibungkus Pakai Tangan?

kompas.com
7 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com – Kenaikan harga plastik kemasan dalam beberapa bulan terakhir mulai menekan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Para pedagang mengaku lonjakan harga plastik terjadi hampir setiap hari, bahkan mencapai dua kali lipat untuk beberapa merek. Kondisi ini memaksa sebagian pelaku usaha menaikkan harga jual, meski berisiko menurunkan omzet.

Pedagang bakso di Jakarta Utara, Giyo (45), mengatakan hampir semua bahan yang dibutuhkan untuk dagangannya mengalami kenaikan. Namun, yang kenaikannya paling signifikan dalam beberapa bulan terakhir adalah plastik.

Baca juga: Nestapa Pedagang Plastik di Tengah Lonjakan Harga, Omzet Anjlok hingga Diprotes Pembeli

"Belanja paling mahal itu plastik naiknya enggak kira-kira. Plastik naik semua merek Polo dari Rp 10.000 ada yang Rp 14.000 - Rp 15.000. Malah merek Polo sampai Rp 16.000," ungkap Giyo ketika diwawancarai Kompas.com di kawasan Cilincing, Jakarta Utara, Senin (5/4/2026).

Giyo mengatakan, hampir semua UMKM yang berbelanja plastik di pasar tradisional memprotes kenaikan harga kepada penjual. Namun, harga plastik untuk membungkus baksonya tetap meningkat dari hari ke hari.

Meski keberatan dengan kenaikan tersebut, Giyo tidak memiliki pilihan lain dan tetap membeli plastik karena dibutuhkan untuk membungkus dagangannya.

"Tapi, kalau enggak pakai plastik pakai apa, mau dibungkus pakai tangan?" jelas Giyo kesal.

Mahalnya harga plastik juga dikeluhkan oleh pedagang rempeyek di kawasan Koja, Jakarta Utara, Rajianto (65).

"Harga plastik mahal yang Tomat aja dari Rp 9.500 sekarang Rp 13.000 per paknya," tutur dia ketika diwawancarai di wilayah Koja, Senin.

Selain itu, plastik bening cap Wayang yang sering digunakan untuk membungkus peyek juga mengalami kenaikan dua kali lipat. Dari sebelumnya sekitar Rp 13.000–Rp 14.000, kini mencapai Rp 26.500 per pak.

Meski kenaikannya semakin tidak wajar, Rajianto terpaksa tetap membeli plastik tersebut karena belum menemukan alternatif terbaik untuk membungkus rempeyeknya.

"Karena bingung juga kalau enggak pakai plastik peyeknya taruh di mana? Kalau di daun kan melepes," jelas dia.

Baca juga: Kesalnya Pedagang Plastik Tercekik Harga yang Terus Meroket Setiap Hari

Terpaksa naikkan harga

KOMPAS.com/ SHINTA DWI AYU Sejumlah pedagang mengeluhkan harga plastik yang terus meroket setiap harinya. Senin, (5/4/2026)

Rajianto mengaku selain plastik, bahan baku lain seperti minyak dan tepung juga mengalami kenaikan, meski tidak signifikan.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Oleh karena itu, ia terpaksa menaikkan harga rempeyeknya. Dulu, ketika harga plastik dan bahan baku lainnya masih stabil, ia masih bisa menjual rempeyek dengan kemasan Rp 5.000.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kasus Suap Pemkab Bekasi, KPK Periksa Istri Ono Surono
• 7 jam lalujpnn.com
thumb
Lurah Kalisari Dinonaktifkan Buntut Kasus Laporan JAKI Dibalas Foto AI
• 9 jam laludetik.com
thumb
Harga Emas Pegadaian Kompak Susut pada 7 April 2026, Tertarik Borong?
• 14 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Bayangan Starting XI Timnas Indonesia jika Tanpa Pemain Diaspora Eropa di Piala AFF 2026: Tetap Ngeri Meski Tanpa Jay Idzes dkk!
• 14 jam lalubola.com
thumb
Survei Indikator: 85,3% Masyarakat Puas dengan Penyelenggaraan Mudik 2026
• 4 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.