FAJAR, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, turun langsung meninjau proses pembebasan lahan pembangunan jembatan kembar di kawasan Barombong, Kecamatan Tamalate, Selasa (7/4/2026).
Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan progres pengadaan tanah berjalan sesuai target yang ditetapkan, yakni rampung pada Mei hingga Juni 2026.
Pemerintah Kota Makassar saat ini tengah mempercepat tahapan pembebasan lahan dengan membentuk tim pengadaan tanah, menunjuk tim appraisal untuk menentukan nilai ganti rugi, serta melakukan verifikasi menyeluruh terhadap legalitas kepemilikan lahan warga.
Proses tersebut mencakup negosiasi dengan pemilik lahan hingga pembayaran kompensasi secara bertahap dan terukur.
“Hari ini kami turun langsung melihat progres perjalanan pembebasan lahan untuk jembatan Barombong agar bisa mengurai kemacetan arus lalu lintas di wilayah ini,” ujar Munafri.
Selain itu, Pemkot juga memastikan kejelasan titik koordinat dan validitas dokumen lahan. Kunjungan lapangan dilakukan bersama pihak terkait, termasuk aparat penegak hukum, guna mengantisipasi potensi persoalan hukum di kemudian hari.
Secara keseluruhan, luas lahan yang dibutuhkan diperkirakan kurang dari tiga hektare dengan panjang proyek sekitar 800 meter. Pembiayaan pembebasan lahan bersumber dari APBD Kota Makassar.
Munafri menegaskan, peran Pemkot dalam proyek ini adalah sebagai pihak pendukung, khususnya dalam memastikan kesiapan lahan.
“Kita Kota menjadi supporting untuk membebaskan lahan landasan dari jembatan ini, dan mudah-mudahan kita bisa menyelesaikan ini di bulan Juni,” tambahnya.





