Pemimpin Oposisi Taiwan Tiba di China di Tengah Meningkatnya Ketegangan 2 Pihak

kumparan.com
9 jam lalu
Cover Berita

Pemimpin oposisi Taiwan, Cheng Li-wun, tiba di China pada Selasa (7/4). Ia menyebut lawatannya membawa misi perdamaian, termasuk upaya untuk bertemu Presiden China, Xi Jinping.

Kunjungan Ketua Umum Partai Kuomintang (KMT) itu dilakukan saat China mengerahkan sejumlah kapal perangnya ke sekitar Taiwan. Hingga kini, China masih mengklaim Taiwan sebagai bagian dari kedaulatannya.

Taiwan menolak klaim tersebut dan terus menegaskan diri sebagai negara berdaulat penuh, bukan bagian dari pemerintahan komunis China. Akibatnya, ketegangan antara China dan Taiwan semakin meruncing dalam beberapa waktu terakhir.

China bahkan mengancam akan menggunakan kekuatan militer untuk merebut Taiwan. Belum lama ini, China juga mencap Presiden Taiwan, Lai Ching-te, sebagai separatis.

Sesaat sebelum bertolak ke China, Cheng mengakui kunjungannya ke Negeri Tirai Bambu menuai ketidaksetujuan dari sejumlah pihak. Namun, ia tetap bertekad melanjutkan perjalanan yang disebutnya sebagai misi perdamaian bersejarah.

“Bila kalian benar-benar mencintai Taiwan, Anda akan memanfaatkan setiap kesempatan, sekecil apa pun, untuk mencegah Taiwan hancur akibat perang,” kata Cheng, seperti dikutip dari Reuters.

“Oleh karena itu, saya percaya seluruh rakyat Taiwan berharap perjalanan ini berhasil, sehingga kita dapat mengubah tempat paling berbahaya di dunia menjadi tempat paling aman di dunia,” sambungnya.

Sementara itu, laporan terkait keberadaan kapal perang China disampaikan Kepala Dewan Urusan Laut Taiwan, Kuan Bi-ling. Ia mengunggah foto sejumlah kapal perang China di sekitar perairan Taiwan.

Pada saat yang sama, Menteri Urusan China Daratan Taiwan, Chiu Chui-cheng, meminta Beijing membuka komunikasi dengan pemerintah yang sah di Taiwan.

“Kami menyerukan kepada Ketua Cheng Li-wun, saat berhadapan langsung dengan otoritas Partai Komunis, untuk menuntut agar mereka segera menghentikan tekanan terhadap Taiwan, termasuk aktivitas pesawat militer dan angkatan laut,” kata Chiu.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Perang di Iran Bikin Harga Bahan Baku Tekstil Naik 40 Persen
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Finance Minister Purbaya Says Public Purchasing Power Remains High
• 7 jam lalumetrotvnews.com
thumb
BGN Ambil Sampel Makanan SPPG di Jaktim Usai 72 Siswa Keracunan
• 15 jam laludetik.com
thumb
Buronan Narkoba Andre Fernando Alias The Doctor Ditangkap Polisi
• 16 jam lalurepublika.co.id
thumb
Ketua MPR Minta Hentikan Perang di Timur Tengah
• 8 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.