VIVA – Klub Belanda, PSV Eindhoven, dikabarkan tengah membidik bek FC Twente, Mees Hilgers, sebagai calon pengganti Jerdy Schouten yang mengalami cedera ligamen lutut (ACL) saat laga melawan FC Utrecht pada Sabtu 4 April 2026.
Cedera tersebut memaksa Schouten menjalani operasi dan absen panjang, sehingga PSV mencari sosok dengan karakter serupa untuk mengisi kekosongan di lini belakang.
Kebutuhan mendesak itu muncul di tengah keberhasilan PSV memastikan gelar juara Liga Belanda usai mengalahkan FC Utrecht dengan skor 4-3.
- PSSI
Nama Mees Hilgers kemudian mencuat sebagai kandidat kuat. Berdasarkan laporan Football Transfers, pemain Timnas Indonesia tersebut dinilai memiliki kemiripan gaya bermain hingga 99 persen dengan Schouten berdasarkan analisis data SciSports.
Selain itu, Hilgers juga memiliki performa yang dinilai stabil. Ia mencatatkan nilai skill-rating sebesar 64,7, tidak terpaut jauh dari Schouten yang memiliki angka 65,8. Dengan statistik tersebut, Hilgers dianggap mampu langsung mengisi peran penting di lini pertahanan PSV.
Faktor lain yang membuat Hilgers menarik adalah situasi kontraknya. Bek berusia 24 tahun itu akan habis masa kontraknya bersama FC Twente pada 30 Juni 2026, sehingga berpeluang didatangkan secara gratis pada bursa transfer musim panas mendatang.
Di sisi lain, Hilgers sempat menghadapi situasi sulit di FC Twente. Ia dikabarkan ingin mencari klub baru, tetapi tidak mendapat izin dari manajemen, sehingga posisinya sempat terpinggirkan. Kondisi itu diperparah oleh cedera ACL yang sempat dialaminya musim ini.
Kini, Hilgers dilaporkan telah pulih dan kembali menjalani latihan, membuka peluang untuk melanjutkan karier di klub baru. Sementara itu, FC Twente disebut masih berupaya mempertahankan pemainnya, dengan memperpanjang kontrak menjadi prioritas.
Apabila transfer tersebut terealisasi, Hilgers berpotensi jadi pemain Indonesia pertama yang tampil di Liga Champions.
Sebelum Hilgers, memang ada Emil Audero dan Kevin Diks, yang merasakan lebih dulu atmosfer Liga Champions. Namun, saat bermain, status keduanya belum Warga Negara Indonesia (WNI).





