Liputan6.com, Jakarta - Tradisi mudik telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam kehidupan masyarakat Indonesia, terutama bagi para perantau di sejumlah daerah. Tradisi ini pun seakan menjadi fenomena yang selalu dinantikan masyarakat setiap tahunnya.
Bagi banyak orang, mudik bukan sekadar perjalanan kembali ke kampung halaman. Lebih dari itu, momen ini dimaknai sebagai kesempatan untuk mempererat silaturahmi serta berkumpul bersama keluarga usai menjalani ibadah puasa selama Ramadan.
Advertisement
Tak heran, mudik kerap menjadi momen emosional yang paling dinantikan. Tingginya antusiasme masyarakat pun mendorong lonjakan mobilitas secara signifikan selama periode ini.
Lonjakan volume kendaraan, khususnya di wilayah padat seperti Pulau Jawa, turut berdampak pada meningkatnya arus lalu lintas. Kondisi ini berpotensi memicu kepadatan hingga kemacetan panjang, baik di jalan tol maupun jalur arteri, terutama saat puncak arus mudik dan arus balik lebaran.




