Istilah Defensive Driving dan Eco Driving yang Perlu Diketahui Pengemudi

kumparan.com
18 jam lalu
Cover Berita

Masih banyak pengemudi yang menganggap defensive driving dan eco driving sebagai konsep yang serupa dalam praktik berkendara sehari-hari. Padahal, keduanya memiliki pendekatan berbeda meski sama-sama berkontribusi terhadap keselamatan dan efisiensi di jalan.

Perbedaan tersebut terletak pada tujuan utama dari masing-masing metode berkendara. Defensive driving berfokus pada aspek keselamatan, sementara eco driving lebih menitikberatkan pada efisiensi energi kendaraan.

Instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting, Jusri Pulubuhu, menjelaskan defensive driving menuntut pengemudi untuk selalu waspada terhadap potensi bahaya di jalan. Pendekatan ini menekankan pentingnya antisipasi dibanding sekadar reaksi.

Defensive driving itu fokusnya ke safety, bagaimana kita mengantisipasi risiko di jalan. Pengemudi harus punya awareness tinggi dan mampu membaca situasi lalu lintas secara menyeluruh,” ujar Jusri kepada kumparan, Rabu (1/4/2026).

Ia menambahkan, defensive driving mencakup berbagai aspek mulai dari menjaga jarak aman hingga memahami perilaku pengguna jalan lain. Hal ini dilakukan untuk meminimalkan potensi kecelakaan.

“Intinya bukan hanya bereaksi, tapi bagaimana kita mencegah potensi bahaya itu terjadi. Jadi cara mengemudinya lebih terukur dan tidak agresif,” kata dia.

Sementara itu, eco driving lebih berorientasi pada efisiensi penggunaan bahan bakar dan energi kendaraan. Teknik ini mengutamakan kestabilan kecepatan serta menghindari akselerasi mendadak.

Pendekatan eco driving juga berkontribusi terhadap penurunan emisi gas buang. Hal ini menjadikannya relevan dalam mendukung penggunaan kendaraan yang lebih ramah lingkungan.

“Kalau eco driving, fokusnya ke efisiensi energi atau konsumsi bahan bakar. Cara mengemudinya dibuat lebih halus dan stabil supaya kendaraan tidak bekerja terlalu berat,” ujar dia.

Meski berbeda fokus, kedua teknik ini saling berkaitan dalam praktik berkendara. Pengemudi yang menerapkan defensive driving biasanya lebih mudah mengadopsi eco driving.

Hal ini karena gaya berkendara yang aman cenderung lebih halus dan minim manuver ekstrem. Kondisi tersebut secara langsung mendukung efisiensi kendaraan.

“Biasanya kalau pengemudi sudah terbiasa defensive, gaya mengemudinya juga akan lebih halus. Itu yang kemudian secara tidak langsung sejalan dengan prinsip eco driving,” tuntasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ini Dia Peran Ruben Onsu di Balik Rencana Kuliah Betrand Peto ke Belanda
• 13 jam lalugrid.id
thumb
Viral Aduan di JAKI Dibalas Pakai Foto AI, Gubernur Pramono: Saya Minta Cari Siapa yang Upload
• 4 menit lalutvonenews.com
thumb
Partai Gerakan Rakyat Sulsel Konsultasi SKT, Kemenkum Tekankan Kelengkapan Administrasi
• 4 jam laluharianfajar
thumb
KPK Lakukan Pemeriksaan Maraton Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji 2023-2024
• 5 jam laludetik.com
thumb
JK soroti peran masyarakat sipil dalam kegiatan kemanusiaan
• 1 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.