FAJAR, LAMPUNG – Persaingan Super League 2025/2026 mendadak bergejolak menyusul performa menggila Moussa Sidibe bersama Bhayangkara FC. Persija dan Persebaya pun pernah jadi korbannya. Ketajaman luar biasa ini pun mulai memicu sinyal Persib Bandung akan memboyongnya musim depan?
Pengamat sepak bola nasional, Abdul Haris, menilai performa impresif Sidibe yang mengemas delapan gol hanya dalam sembilan laga bersama The Guardian berpotensi besar memikat hati pelatih Persib, Bojan Hodak.
“Mungkin saja (Moussa Sidibe gabung Persib Bandung). Sidibe pasti mencari klub-klub yang punya peluang juara. Nama-nama seperti Sidibe mungkin yang bisa dipertimbangkan Persib Bandung,” ungkap Abdul Haris dalam program Morning Zone di kanal YouTube Official Okezone, Senin (6/4/2026).
Sang Penghancur Raksasa
Bhayangkara FC sukses memetik kemenangan dramatis 3-2 atas Persija Jakarta di hadapan publik sendiri. Sidibe tampil sebagai pembeda lewat brace (dua gol) krusial yang memastikan tiga poin tetap aman di Lampung. Menariknya, meski menjadi bintang lapangan, pemain lincah ini tetap menunjukkan sikap rendah hati terhadap lawannya.
”Kami sudah tahu bahwa Persija adalah tim yang hebat, salah satu favorit untuk memenangkan liga. Mengalahkan mereka di sini, di kandang kami, dan di saat-saat terakhir. Saya sangat senang untuk tiga poin ini,” ujar Sidibe usai laga.
Kemenangan ini terasa spesial mengingat status Persija sebagai kandidat kuat juara musim ini. Sidibe mengaku kepercayaan dirinya sedang berada di titik tertinggi, namun ia enggan jemawa.
”Sebenarnya saya memiliki banyak kepercayaan diri pada diri saya sendiri sejak kembali ke Super League ini. Saya mencoba untuk terus melanjutkannya, karena hal tersulit dalam sepak bola adalah konsistensi. Itulah yang saya coba lakukan setiap hari,” tambahnya.
Statistik Berkelas Eropa
Melihat statistik di balik dua golnya, performa Sidibe memang masuk kategori kelas atas. Ia bermain penuh 90 menit dan mampu mencetak dua gol meskipun nilai expected goals (xG) miliknya hanya sebesar 0,38. Efisiensi ini membuktikan kualitas penyelesaian akhir yang sangat mematikan.
Tak sekadar tajam, Sidibe aktif membangun serangan dengan catatan dua key passes, 51 sentuhan, serta akurasi operan mencapai 74 persen. Berdasarkan heatmap pertandingan, dominasi Sidibe sangat terasa di area half-space kanan hingga menusuk ke kotak penalti lawan.
Sebagai inverted winger atau inside forward, ia bukan tipe pemain yang sekadar menyisir pinggir lapangan, melainkan kerap memotong ke dalam (cut inside) untuk mencari ruang tembak. Keunggulannya dalam duel individu juga mencolok, dengan tujuh dribel sukses dari sembilan percobaan serta memenangkan 14 duel bawah dari 21 kesempatan.
Konsekuensi Taktis
Ada catatan menarik dalam aspek defensif. Sidibe praktis tidak terlibat dalam aktivitas bertahan. Ini terlihat dari angka nol pada statistik tekel, intersep, maupun sapuan.
Namun, risiko ini tampaknya sengaja diambil tim. Tujuannya untuk memfokuskan perannya sebagai pemecah kebuntuan di lini depan.
Dampak kemenangan ini pun mengubah drastis tatanan klasemen. Bhayangkara Presisi Lampung FC kini merangsek ke posisi kelima dengan 44 poin, sukses menggeser Persebaya Surabaya ke peringkat keenam yang tertahan di 42 poin.
Sementara bagi Persija, kekalahan ini membuat mereka gagal memangkas jarak di posisi ketiga (52 poin) dari para pesaing di atasnya.
Dengan produktivitas delapan gol dari sembilan penampilan di putaran kedua, Moussa Sidibe kini resmi menjadi ancaman paling nyata di kasta tertinggi.
Jika konsistensi ini terjaga, bukan mustahil ia akan menjadi properti paling panas di bursa transfer mendatang, dengan Persib Bandung sebagai salah satu peminat utama. (*)





