Media Israel Klaim Mojtaba Khamenei Tak Sadarkan Diri

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei dilaporkan media Israel Times of Israel, tak sadarkan diri di kota suci Qom pada Selasa (7/4).

Kabar tersebut berasal dari memo laporan intelijen Amerika Serikat (AS)-Israel yang dibagikan ke sekutu-sekutu Teluknya, menyebut kondisi kesehatan Khamenei memburuk di sebuah rumah sakit, sehingga membuatnya tidak mampu menjalankan pemerintahan.

"Mojtaba Khamenei dirawat di Qom dalam kondisi parah dan tidak dapat terlibat dalam pengambilan keputusan," demikian isi memo diplomatik yang dikutip Times of Israel.

Memo itu menyebut Mojtaba Khamenei sudah kritis dan terluka akibat serangan udara yang menewaskan ayahnya, mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei pada 28 Februari.

Laporan ini juga menjadi yang pertama mengungkap lokasi Mojtaba Khamenei sejak konflik pecah hingga ia diangkat menjadi kepala negara.

Tak Muncul di Publik

Sejak berkuasa, Mojtaba Khamenei tidak pernah tampil di depan publik. Memo yang sama menyebutkan ia saat ini tinggal di kota pusat dan dianggap suci menurut pemahaman Islam Syiah.

Pesan-pesan yang diklaim berasal darinya hanya disampaikan lewat media pemerintah tanpa rekaman langsung.

Kondisi ini memicu spekulasi bahwa ia mungkin tidak lagi mampu menjalankan peran sebagai pemimpin tertinggi Iran.

Bahkan sempat beredar rumor, ulama Syiah berusia 56 tahun itu meninggal dalam serangan yang sama yang menewaskan ayahnya.

Beberapa laporan bahkan menyebut ia "tidak bisa terlibat dalam pengambilan keputusan rezim", memperkuat dugaan adanya kekosongan kekuasaan.

Ketidakpastian Kepemimpinan Iran

Situasi ini menimbulkan pertanyaan besar soal siapa yang sebenarnya mengendalikan Iran di tengah konflik.

Sejumlah analis menilai kekuasaan bisa saja bergeser ke elite militer seperti Garda Revolusi Iran (IRGC).

Meski demikian, pemerintah Iran belum memberikan konfirmasi resmi terkait kondisi kesehatan Mojtaba Khamenei.

Laporan ini juga belum bisa diverifikasi secara independen dan masih bergantung pada sumber intelijen.

Di tengah ketidakpastian tersebut, kondisi Mojtaba Khamenei dinilai bisa berdampak besar pada stabilitas politik Iran dan jalannya konflik kawasan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Admin Instagram Bekasi Menggugat Divonis 7 Bulan Penjara di Kasus Demo Agustus 2025
• 6 jam lalurctiplus.com
thumb
Dampak Minum Soda Setiap Hari yang Perlu Diwaspadai
• 6 jam lalubeautynesia.id
thumb
Mentan Pastikan Stok Beras RI Aman untuk 11 Bulan, Meski Ada Ancaman El Nino Godzilla
• 8 jam laluviva.co.id
thumb
Tiket Pesawat Boleh Naik hingga 13 Persen, Ini Kata Pengamat Penerbangan
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Waka MPR Dukung Upaya Pemberdayaan Perempuan Lewat Kemudahan Akses Pendidikan Bermutu
• 19 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.