Iran Ajukan Proposal 10 Poin untuk Akhiri Konflik dengan AS dan Israel

suarasurabaya.net
9 jam lalu
Cover Berita

Iran dilaporkan telah mengajukan proposal berisi sepuluh poin kepada Amerika Serikat (AS) dan Israel melalui Pakistan, sebagai langkah diplomatik untuk meredakan ketegangan yang meningkat.

Laporan media pemerintah Iran pada Senin (6/4/2026) menyebutkan, beberapa poin kunci dalam proposal itu meliputi jaminan tidak ada serangan terhadap Iran, penghentian serangan Israel terhadap Hizbullah, serta pencabutan seluruh sanksi internasional.

Jika kondisi-kondisi tersebut disetujui, Iran akan mencabut blokade de facto terhadap Selat Hormuzz, tetapi mengenakan biaya sekitar 2 juta dolar AS per kapal yang biaya tersebut akan dibagi dengan Oman, yang terletak di seberang selat itu.

Menurut Iran, pengenaan biaya itu akan mereka gunakan untuk merekonstruksi bangunan-bangunan yang hancur akibat serangan AS dan Israel daripada menuntut kompensasi langsung.

Melansir The New York Times pada Selasa (7/4/2026), keseluruhan isi proposal itu tidak dipublikasikan oleh media pemerintah Iran, tetapi mereka menyebut usulannya mencakup protokol untuk melakukan perjalanan aman melalui Selat Hormuz.

Menanggapi hal tersebut, Trump menilai usulan Iran belum cukup baik tapi menjadi langkah awal dalam kesepakatan kedua negara tersebut.

“Ini adalah usulan yang penting. Ini adalah langkah yang penting. Ini belum cukup baik. Tapi ini adalah langkah yang sangat penting,” ucapnya.

Sementara dalam beberapa pekan terakhir, Trump melayangkan ancaman untuk meledakkan infrastruktur penting sipil seperti jembatan dan pembangkit listrik jika Iran tidak membuka Selat Hormuz selambat-lambatnya pada Selasa (7/4/2026) malam.

Ancaman tersebut disampaikan oleh Trump dalam konferensi pers di Gedung Putih, Senin (6/4/2026). Ia mengatakan akan mengirim serangan udara baru yang dapat menghancurkan seluruh Iran dan melumpuhkan negara tersebut.

“Mereka akan membutuhkan 100 tahun untuk membangun kembali,” ujar Trump.

Sebelumnya, AS telah mengirimkan proposal berisi 15 poin untuk bernegosiasi dengan Iran yang dikirimkan melalui Pakistan.

Proposal AS itu ditolak oleh Iran, kemudian Iran mengusulkan proposal balasan yang beberapa di antaranya diulang dalam proposal pada Senin kemarin.

Esmail Baghaei Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menilai usulan 15 poin AS sangat berlebihan, tidak biasa, dan tidak masuk akal. (vve/saf/ipg)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Lady Gaga Batalkan Konser di Kanada Akibat Infeksi Pernapasan
• 10 jam lalupantau.com
thumb
Jadwal Seleksi Mandiri UNAIR 2026 Lengkap dengan Jalur yang Dibuka
• 15 jam lalukompas.tv
thumb
Pedagang Tumpah Jadi Sorotan, Perumda Pasar Makassar Tingkatkan Pengawasan
• 10 jam laluterkini.id
thumb
KPK Panggil Istri Ono Surono Jadi Saksi Kasus Suap Bupati Bekasi
• 12 jam lalukompas.com
thumb
Pramono Sentil Pejabat Pemprov DKI soal Laporan JAKI: Jangan Bohongi Warga dengan AI
• 16 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.