6 Alternatif Plastik Saat Harga Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah

bisnis.com
9 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA - Kenaikan harga plastik mulai dirasakan di berbagai wilayah Indonesia seiring meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Lonjakan ini diduga kuat berkaitan dengan naiknya harga bahan baku berbasis minyak mentah di pasar global, yang menjadi komponen utama dalam produksi plastik.

Di sejumlah daerah, kenaikan harga bahkan tergolong drastis. Di Palembang, Sumatra Selatan, misalnya, harga plastik dilaporkan melonjak hingga dua kali lipat. Salah satu pedagang di Pasar KM 5 mengungkapkan bahwa plastik hitam yang sebelumnya dijual sekitar Rp4.000 kini naik menjadi Rp8.000 per bungkus. Sementara plastik bening mengalami kenaikan dari Rp5.000 menjadi Rp11.000.

Tidak hanya harga yang meningkat, ketersediaan barang juga mulai menjadi persoalan. Para pedagang mengaku stok plastik semakin sulit diperoleh, sehingga menambah kekhawatiran di kalangan pelaku usaha kecil yang sangat bergantung pada bahan ini untuk kemasan produk.

Pemerintah melalui Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, menyatakan telah menerima berbagai keluhan dari pelaku usaha terkait kondisi tersebut. Ia menyebut pihaknya sudah menginstruksikan jajaran internal untuk berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan guna mencari solusi atas kenaikan harga bahan baku plastik.

Menurutnya, lonjakan ini berdampak langsung terhadap biaya produksi, terutama bagi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya di bidang makanan dan minuman yang sangat bergantung pada kemasan plastik. Jika kondisi ini terus berlanjut, dikhawatirkan akan menekan margin keuntungan bahkan berpotensi menaikkan harga jual produk ke konsumen.

Alternatif Pengganti Plastik yang Lebih Terjangkau

Di tengah kenaikan harga plastik, pelaku usaha dapat mulai mempertimbangkan beberapa alternatif kemasan yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan:

Baca Juga

  • Harga Plastik Naik hingga 60%, Pemkot Surabaya Dampingi UMKM
  • Di Balik Lonjakan Harga Plastik, Dari Geopolitik hingga Pedagang Terusik
  • Harga Plastik Naik 2 Kali Lipat, Disdag Sumsel Imbau Warga Bawa Kantong Belanja
1. Kertas Pembungkus (Food Grade)

Kertas khusus makanan bisa menjadi pilihan yang cukup terjangkau untuk membungkus produk seperti gorengan, roti, atau makanan ringan. Selain harganya relatif stabil, bahan ini juga lebih mudah terurai sehingga lebih ramah lingkungan.

2. Daun Pisang

Penggunaan daun pisang sudah lama dikenal dalam tradisi kuliner Indonesia. Selain murah dan mudah didapat di beberapa daerah, daun pisang juga memberikan aroma khas pada makanan serta aman untuk digunakan sebagai pembungkus.

3. Kemasan Berbahan Singkong (Bioplastik)

Bioplastik dari singkong mulai banyak dikembangkan sebagai alternatif plastik konvensional. Meski belum sepenuhnya menggantikan, bahan ini lebih ramah lingkungan dan dalam beberapa kasus bisa menjadi solusi jangka panjang.

4. Wadah Kertas atau Kardus Tipis

Untuk produk seperti makanan siap saji, penggunaan kotak kertas atau kardus tipis bisa menjadi opsi. Selain cukup kuat, kemasan ini juga memberikan kesan lebih premium bagi konsumen.

5. Sistem Kemasan Ulang (Reusable Packaging)

Pelaku usaha juga bisa mulai menerapkan sistem kemasan pakai ulang, misalnya dengan memberikan opsi bagi pelanggan untuk membawa wadah sendiri atau menggunakan kemasan yang bisa dikembalikan.

6. Kantong Belanja Ramah Lingkungan (Totebag/Kain)

Sebagai pengganti kantong plastik sekali pakai, pelaku usaha dapat menawarkan kantong belanja berbahan kain atau totebag. Selain bisa digunakan berulang kali, opsi ini juga lebih hemat dalam jangka panjang dan mendukung tren gaya hidup ramah lingkungan. Bahkan, kantong ini bisa dijadikan nilai tambah sebagai bagian dari branding usaha.

Kenaikan harga plastik yang terjadi saat ini menjadi tantangan nyata bagi pelaku usaha, terutama UMKM yang sangat bergantung pada bahan tersebut. Selain menunggu langkah pemerintah dalam menstabilkan harga, pelaku usaha juga dituntut untuk lebih adaptif dengan mencari alternatif kemasan yang lebih efisien. Inovasi dalam penggunaan bahan pengganti tidak hanya membantu menekan biaya, tetapi juga bisa menjadi nilai tambah di tengah meningkatnya kesadaran konsumen terhadap isu lingkungan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KAI Daop 8 Surabaya Catat 1 Jutaan Penumpang Selama Angkutan Lebaran
• 12 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Chery Kembangkan Baterai Solid-State, Jarak Tempuh Bisa Tembus 1.500 Km
• 12 jam lalumedcom.id
thumb
KLH Sanksi 67 Perusahaan Terkait Banjir Sumatra
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
BNN Usul Bisa Sadap Sejak Penyelidikan di RUU Narkotika
• 4 jam laluokezone.com
thumb
Khofifah Gubernur Jatim Bentuk Tim Koordinasi Pendistribusian LPG 3 Kilogram
• 12 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.