Penulis: Kholif Huda Arrasyid
TVRINews, Tanjungpinang
Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Kepulauan Riau menyampaikan langkah strategis dalam mendukung kemandirian pangan daerah, sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Kepala BBRMP Kepulauan Riau, Rudi Hartono, menyatakan bahwa Indonesia telah resmi mencapai status swasembada pangan secara nasional. Hal tersebut disampaikannya dalam dialog "Kepri Menyapa" pada Senin, 6 April 2026 di TVRI Kepulauan Riau.
"Secara nasional, target percepatan swasembada pangan yang dicanangkan sejak awal pemerintahan Presiden telah tercapai dalam waktu satu tahun," ujar Rudi.
Ia menjelaskan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pencapaian swasembada pangan nasional tersebut telah diluncurkan secara resmi oleh Presiden pada Desember 2025.
Meski demikian, Rudi menegaskan bahwa tantangan selanjutnya adalah menjaga keberlanjutan dan stabilitas swasembada pangan di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.
"Tugas kita saat ini adalah memastikan swasembada ini tetap terjaga secara berkelanjutan dan stabil," ucapnya.
Terkait implementasi di daerah, khususnya di Provinsi Kepulauan Riau yang memiliki karakteristik geografis didominasi lautan, Rudi memaparkan strategi optimalisasi lahan sebagai langkah utama.
Ia menyebutkan bahwa dengan luas daratan yang hanya sekitar empat persen dibandingkan 96 persen wilayah laut, pengembangan pertanian harus difokuskan pada lahan-lahan potensial.
BBRMP Kepri, lanjutnya, akan memaksimalkan pengembangan tanaman pangan, terutama komoditas padi. Pengembangan akan difokuskan pada padi gogo yang dinilai lebih adaptif terhadap lahan kering di wilayah kepulauan.
"Padi gogo menjadi pilihan karena lebih sesuai dengan kondisi lahan di Kepulauan Riau dan tidak membutuhkan air sebanyak sawah konvensional," jelasnya.
Melalui langkah tersebut, diharapkan Kepulauan Riau dapat meningkatkan kontribusi dalam menjaga stabilitas pangan nasional sekaligus mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah, sejalan dengan upaya mewujudkan kemandirian bangsa.
Editor: Redaktur TVRINews





