FAJAR, MAKASSAR— Jumlah dosen di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Hasanuddin (Unhas) saat ini sekitar 150 orang, terdiri atas PNS, dosen tetap, dan dosen tidak tetap. Dari jumlah tersebut, sebanyak 19 dosen dinilai memenuhi syarat untuk maju sebagai calon Dekan FISIP Unhas periode 2026–2030.
Kriteria tersebut meliputi telah bergelar doktor, memiliki jabatan akademik minimal lektor kepala, serta berusia tidak lebih dari 60 tahun pada saat pelantikan.
Panitia Pemilihan Calon Dekan (P2CD) FISIP Unhas, Muh. Iqbal Latief menjelaskan, pemilihan dijadwalkan berlangsung pada 20 April mendatang. Panitia juga telah menyurati satu per satu dosen yang memenuhi syarat untuk bersedia mengikuti kontestasi.
Salah satu dosen yang turut disurati dan dikenal luas oleh publik adalah Dasaad Latif, dosen Ilmu Komunikasi FISIP Unhas.
Terkait mekanisme pemilihan, panitia telah menyusun standar operasional prosedur (SOP) yang mencakup jadwal dan tahapan pemilihan, persyaratan bakal calon, penetapan bakal calon dan pengundian nomor urut, penyerapan aspirasi, pemaparan kertas kerja, hingga proses penyaringan calon dekan.
“Seluruh tahapan ini akan bermuara pada 20 April. Pada hari itu, seluruh anggota senat FISIP akan memilih calon dekan, dan tiga besar hasil pemilihan akan ditetapkan oleh senat untuk diajukan kepada rektor Unhas,” ujar Iqbal yang juga dosen Sosiologi FISIP.
Ia menambahkan, pada tahap penyerapan aspirasi dan pemaparan kertas kerja (visi, misi, dan program kerja), panitia akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, seperti dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan alumni.
Melalui tahapan ini, para bakal calon dekan diharapkan mampu menyerap berbagai aspirasi terkait pengembangan dan penguatan kelembagaan FISIP sebagai institusi pendidikan yang unggul di masa mendatang.
Pendaftaran bakal calon dekan dibuka pada 8 hingga 10 April. Para kandidat diwajibkan mendaftar langsung dengan membawa dokumen persyaratan yang telah ditetapkan oleh senat FISIP.
Iqbal berharap, pelaksanaan pemilihan dekan (Pildek) di FISIP dapat berlangsung lebih semarak dibandingkan fakultas lainnya, sekaligus tetap menjaga nilai-nilai kolegialitas dan persaudaraan.
“Satu hal yang penting, Pildek ini harus tetap memperkuat kolegialitas dan memperteguh persaudaraan dengan semboyan Bersama, Bersatu, Berjaya,” jelasnya. (*)





