Purbaya Pastikan Harga BBM Bersubsidi Tak Naik hingga Akhir 2026: Uangnya Ada

katadata.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan tidak akan ada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi hingga akhir 2026. Purbaya meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mengkhawatirkan kenaikan harga minyak imbas perang Iran dengan Israel dan Amerika Serikat (AS). 

“Kita masih punya pertahanan berlapis, jadi teman-teman nggak usah takut, masyarakat enggak usah takut, saya memastikan uangnya ada,” kata Purbaya di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (7/4). 

Bendahara negara ini menegaskan pemerintah telah mengantisipasi pergerakan harga minyak dunia imbas gejolak geopolitik. Ia pun yakin Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap terjaga dan mampu meredam gejolak harga energi dunia.

Purbaya sebeluumnya memastikan kondisi fiskal masih aman menahan dampak  perang. Ia menyebut emerintah masih memiliki dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) mencapai Rp 420 triliun yang dapat menjadi bantalan APBN. 

Purbaya mengatakan, defisit APBN 2026 tetap diproyeksikan di kisaran 2,9% terhadap Produk Domestik Bruto atau PDB meski rata-rata harga minyak dunia diasumsikan US$ 100 per barel sepanjang tahun 

“Sekarang kan, rata-ratanya sekitar US$ 76-77 per barel. Jadi masih di bawah asumsi US$ 100 per barel tadi. Ruang kita masih terbuka lebar sebetulnya, jadi Anda enggak perlu takut dengan kondisi APBN kita,” kata Purbaya di Wisma Danantara, Jakarta, rabu (1/4).

Ruang fiskal, menurut dia, juga diperkuat dengan adanya efisiensi bertahap pada belanja Kementerian/Lembaga.  Purbaya menyebut, pemerintah telah melakukan penghematan dalam beberapa tahap, terutama pada pos belanja yang dinilai belum prioritas.

“Ada penghematan sedikit-sedikit di sana-sini. Kami melakukan tahap satu, tahap dua, tahap tiga di belanja kementerian/lembaga yang enggak terlalu jelas,” katanya.

Purbaya mengatakan pemerintah juga memiliki bantalan kas melalui SAL yang sewaktu-waktu dapat digunakan jika tekanan fiskal meningkat tajam. “Kalau kepepet saya punya SAL sekarang naik Rp 420 triliun,” kata Purbaya.

Namun, Purbaya menegaskan penggunaan SAL baru akan dilakukan dalam kondisi sangat mendesak. “Terpakai kalau kepepet banget,” katanya. 

Karena itu, hingga saat ini tambahan kebutuhan anggaran untuk menjaga stabilitas harga energi, termasuk terkait kebijakan bahan bakar minyak (BBM) belum menggunakan SAL. 

“Belum. Jadi kondisi keuangan negara kita amat baik, saya punya bantalan cukup banyak,” katanya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rupiah Melemah 70 Poin, Dipicu Eskalasi Konflik AS-Iran
• 34 menit lalurepublika.co.id
thumb
Hasil Piala AFF Futsal 2026: Gol Tunggal Guntur Sulistyo Ariwibowo ke Gawang Malaysia Bawa Timnas Futsal Indonesia Lolos ke Semifinal
• 7 jam lalubola.com
thumb
Pemprov Jabar Sebut Persoalan Izin SMK IDN Bogor Ada di Tiga Kampus, PBG Kampus Jonggol Palsu!
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Rapat Koordinasi Karhutla 2026, Menhut Bakal Tindak Tegas Pembukaan Lahan dengan Membakar Hutan
• 2 jam lalujpnn.com
thumb
Ini Langkah AirAsia Siasati Kenaikan Biaya Avtur
• 14 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.