Pembangunan PSEL Makassar Segera Dimulai, Investasi Capai Rp3 Triliun

bisnis.com
5 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, MAKASSAR - Pemerintah bakal segera memulai langkah strategis dalam penanganan limbah perkotaan melalui pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Proyek infrastruktur hijau ini menandai babak baru pengelolaan sampah modern di Indonesia Timur dengan nilai investasi jumbo mencapai Rp3 triliun. 

Kepastian tersebut diperoleh pasca penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemprov Sulsel, Pemerintah Kota Makassar, Pemerintah Kabupaten Gowa, dan Pemerintah Kabupaten Maros, yang diinisiasi Kementerian Lingkungan Hidup RI.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengatakan bahwa PSEL merupakan solusi konkret untuk memutus mata rantai persoalan sampah yang kian mendesak di wilayah metropolitan Makassar.

Proyek ini rencananya akan didanai oleh pemenang tender dengan sokongan dari badan pengelola investasi Danantara. Dalam skema ini, Danantara berperan menjaga keekonomian proyek dengan memberikan subsidi biaya listrik sebesar kurang lebih 20 sen per kWh.

"Ini adalah teknologi modern yang sudah teruji. Outputnya akan memberikan kurang lebih 20 MW hingga 25 MW listrik dari pengolahan 1.000 ton sampah per hari," ujar Munafri di Makassar, Selasa (7/4/2026).

Baca Juga

  • 5 Rekomendasi Buku Bisnis di Big Bad Wolf (BBW) Books Makassar 2026
  • 41 Bangunan di Bitung Rusak Akibat Gempa, Pemerintah Segera Kerahkan Bantuan
  • Bandara Sam Ratulangi Manado Beroperasi Normal Usai Gempa M7,6 Guncang Sulut

Listrik yang dihasilkan nantinya tidak dikonsumsi secara mandiri, melainkan dialirkan langsung ke jaringan utama milik PT PLN (Persero) melalui gardu induk untuk didistribusikan ke wilayah-wilayah yang membutuhkan.

Untuk mendukung keberlanjutan operasional, Pemkot Makassar telah menyiapkan lahan seluas 10 hektare. Lokasi ini diproyeksikan menjadi pusat pengolahan sampah terintegrasi bagi 3 wilayah (Makassar, Gowa, Maros).

Berdasarkan data KLH/BPLH tahun 2025, total timbulan sampah di kawasan Makassar Raya mencapai 1.644 ton per hari. Dari jumlah tersebut, Kota Makassar menyumbang porsi terbesar yakni 1.034 ton/hari, disusul Kabupaten Gowa (403 ton/hari) dan Kabupaten Maros (207 ton/hari).

Fasilitas PSEL ini direncanakan mampu menyerap 1.000 ton sampah per hari dengan proporsi pasokan Kota Makassar sebesar 800 ton/hari, Kabupaten Gowa 150 ton/hari, dan Kabupaten Maros 50 ton/hari.

"Selain pembangunan PSEL, pemerintah juga mempercepat pembenahan di sektor hulu. Pada tahun ini, Pemkot Makassar menargetkan transformasi TPA Antang yang semula menggunakan sistem open dumping menjadi sanitary landfill," jelas Munafri.

Sementara itu Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menegaskan kesiapan pemerintah daerah dalam menjamin pasokan sampah dan penguatan edukasi masyarakat.

Langkah tersebut diambil mengingat kondisi TPA Tamangapa Makassar yang telah mengalami kelebihan kapasitas (overloaded). 

Sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di Indonesia Timur, kehadiran PSEL diharapkan tidak hanya menyelesaikan isu lingkungan, tetapi juga memperkuat ketahanan energi melalui sumber energi terbarukan.

"Provinsi dan kabupaten/kota siap berkolaborasi. Kita pastikan tahun 2026 tidak ada lagi sistem open dumping di Makassar. Semua diarahkan pada pengelolaan modern yang ramah lingkungan," tegasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Oscar Piastri Sebut McLaren Mulai Ancam Dominasi Papan Atas Formula 1 2026
• 18 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Cara Kemenkeu Tahan Harga BBM Subsidi Tak Naik hingga Akhir 2026, Ini 3 Instrumen Penopangnya
• 14 jam lalukompas.tv
thumb
Revolusi Pelayanan Kesehatan Digital: RS Advent Bandung, PT ISM, dan UNM Luncurkan Sistem AI “GoRujuk”
• 46 menit lalumediaapakabar.com
thumb
Minta Perbaikan Fasum, Bupati Lucky Tolak Koin Petambak di Indramayu | INDONESIA UPDATE
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
KPK Telusuri Keuntungan Tak Sah Tiga Biro Perjalanan di Kasus Korupsi Kuota Haji
• 10 jam lalumatamata.com
Berhasil disimpan.